Pasangkayu Tuan Rumah Hari Peduli Sampah Nasional

  • Bagikan
Pasangkayu Tuan Rumah Hari Peduli Sampah Nasional

ekspossulbar.com,PASANGKAYU— Hari ini (Kamis 21 Februari.red) diperingati sebagai Hari Perduli Sampah Nasional (HPSN). Di provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), HPSN di pusatkan di Pasangkayu.

Peringatan HPSN ini berlangsung di anjungan Pantai Maleo Pasangkayu. Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Kepala BLHD Sulbar Fatimah, Kapolres Pasangkayu AKBP Made Ary Pradana, unsur forkopimda, dan kepala BLHD kabupaten se Sulbar.

Agus Ambo Djiwa mengaku amat mengapresiasi pelaksanaan HPSN di Pasangkayu ini. Akan semakin memotivasi pihaknya untuk mencipatkan lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah plastik.

“ Kami sangat peduli dengan kegiatan ini karena kita ingin sampah menjadi musuh bersama. Serta dapat melakukan langkah-langkah pembersihannya” ujarnya.

Sambung dia, melalui HPSN ini juga Ia berharap kesadaran dan motivasi masyarakat dapat terbangun untuk memberantas sampah. Sebab, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab semua pihak.

Kepala BLHD Sulbar Fatimah, menyampaikan peringatan HPSN dimulai dengan workshop beberapa hari yang lalu, hingga hari ini apel bersama di anjungan Maleo Pasangkayu. Diarahkan ke Pasangkayu agar masyarakat bisa ikut terdorong membersihkan sampahnya di lingkungan masing-masing.

Ia menyebut untuk Sulbar dan Pasangkayu ditarget telah bebas sampah plastik pada tahun 2025 mendatang. Sampah plastik sudah harus didaur ulang menjadi sesuatu yang baru dan bernilai ekonomis.

“ Saya sangat mengapresiasi bapak bupati yang telah memberi peluang HPSN dilaksanakan di Pasangkayu.Dia juga terjun langsung bagaimana mengerahkan dan mendorong masyarakat agar sadar terhadap kebersihan lingkunganya” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kapolres Pasangkayu AKBP Made Ary Pradana mengharap APSN ini bisa menjadi momentum bagi semua pihak untuk peduli terhadap lingkungan.

“ Kebersihan sebagian dari iman. Kebersihan harus dimulai dari yang kecil-kecil, dari diri kita sendiri kemudian kepada lingkungan. Kalau perlahan-lahan itu dijalankan semua lingkungan kita akan bersih, daerahpun akan nyaman” terangnya.(has)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *