Isu Pemekaran Kabupaten Sarudu Baras (Sabar) Kembali Mencuat

  • Bagikan
Isu Pemekaran Kabupaten Sarudu Baras (Sabar) Kembali Mencuat

ekspossulbar.co.id,PASANGKAYU– Isu pemekaran Kabupaten Sarudu Baras (Sabar) kembali mencuat, setelah sempat mereda beberapa tahun belakangan.

Isu pemekaran kembali dikonsulidasikan oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Kepala Desa, pengurus BPD, tokoh agama, tokoh perempuan, dan stakeholder lainnya dari dua wilayah itu. Melanjutkan cita-cita perjuangan tim kecil pemekaran yang terbentuk beberapa tahun lalu.

“Pada kesempatan ini, sesungguhnya gagasan kita semua sama untuk memekarkan daerah ini, meskipun sebelumnya sudah terbentuk tim kerja pemekaran namun tidak jadi persoalan buat kita yang hadir di sini. Olenya itu nama tim yang ada saja yang kita tindak lanjuti serta nama yang sudah ada tingga kita mengisi struktur yang masih kosong. Semoga niat baik kita ini dicatat oleh malaikat” ujar Muhlis selaku moderator membuka kegiatan konsulidasi, Minggu 5 September.

Sementara salah seorang Kepala Desa yang hadir berharap nama dan struktur yang sudah ada sebelumnya tidak menjadi masalah dan penghambat perjuangan. Intinya sambung dia bagaimana semua elemen bisa bersinergi untuk berjuang bersama.

” Sebenarnya tahun 2017 ide ini kami sudah obrolkan berdua sama Mursyid, namun waktu pertemuan waktu itu saya tidak sempat hadir karena mengurus keluarga sakit di Palu” ungkap Ismail yang merupakan Kades Bulu Parigi, Kecamatan Baras.

Sementara salah seorang inisiator pemekaran Mursyid mengungkapkan, berdasarkan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, jelas mengatur mengenai pemekaran suatu daerah. Hanya saja moratorium belum dicabut.

“Kita sangat bersyukur dan bahagia bisa dipertemukan kembali membicarakan hal ini, sejatinya apa yang telah diperjuangkan teman-teman kemarin sesungguhnya itu sudah mendapatkan suport dukungan moral dari beberapa sesepuh serta tokoh masyarakat” sebutnya.

Sekarang tambah dia, tinggal kembali membenahi, dan mengumpulkan data yang diperlukan. Iapun meminta para inisiator tidak patah semangat dengan adanya moraturium pemekaran.(*/)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *