Kelas Smart, Arhamuddin : Penyuluh Bawa Pengetahuan, Tidak Menenteng Bantuan

  • Bagikan
Kelas Smart, Arhamuddin : Penyuluh Bawa Pengetahuan, Tidak Menenteng Bantuan

PASANGKAYU, ekspossulbar.co.id– Desain inovasi program, dalam proyek perubahan dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Pasangkayu, berdampak positif di masyarakat.

Lewat program Kelas Smart, masyarakat disadarkan dengan pola-pola mandiri, tidak lagi berharap bantuan pemerintah yang memicu ketergantungan dan terkesan menambah masalah di masyarakat.

Kepala Dinas P2KBP3A Pasangkayu, Arhamuddin mengatakan, selama ia dipercaya bupati dan wakil bupati Pasangkayu menjadi Kadis, banyak masalah ditemukan dimasyarkat yang berkaitan dengan bantuan pemerintah yang muaranya untuk mewujudkan keluarga berkualitas.

Ternyata dari sekian banyak bantuan yang turun belum ada masyarakat yang lepas dari masalah. Misalnya bantuan bibit, pupuk dan lain-lain. Justeru, masyarakat dibuat ketergantungan dan menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat.

“Kita mencoba formula baru dengan penyadaran. Penyuluh membawa pengetahuan, tidak menenteng bantuan” ujar Arham, Senin 27 September

Formula yang dimaksud, poinnya agar masyarakat bisa mandiri menuju keluarga berkualitas. Bagaimana agar hal itu terwujud, P2KBP3A Pasangkayu melakukan kolaborasi melibatkan semua penyuluh yang ada di masyarakat.

“Percepatan pembangunan keluarga, sangat dibutuhkan kolaborasi lintas sektor OPD, kita sama-sama memberikan pengetahuan sesuai porsi masing-masing. Kami masuk di wilayah penguatan keluarga, bagaimana gizinya bagus, ekonominya bagus, pendidikannya bagus, dan kesehatannya bagus. Contoh, supaya gizinya bagus, ya makan sayur-sayuran, nah untuk mendapatkan sayur berkualitas pertanian harus masuk disitu. Inilah alasan, kenapa Kelas Smart ini ada partisipasi masyarakat dan penyuluh lintas sektor,” papar mantan Plt Bappeda Pasangkayu ini.

Disebutkan, jika semua OPD menyadari ini maka, masyarakat tentunya akan bisa mandiri dan keluar dari bayang-bayang bantuan pemerintah.

“Jika ini bisa kita wujudkan, maka pemerintah tinggal berfokus pada sektor fisik saja. Misalnya bantuan pembangunan jalan tani dan lain-lain” sebutnya.

Ditambahkan, program Kelas Smart proyek perubahan ini dipilih Desa Pagiang sebagai sampel awal. Disamping itu, seluruh penyuluh KB yang berkolaborasi dengan penyuluh lainnya juga mensosialisasikan ke desa-desa lain.

“Ini adalah upaya kami, tentu akan banyak tantangan yang kita hadapi di lapangan” tambahnya

Upaya dengan pola kemandirian masyarakat menuju keluarga berkualitas diharapkan bisa membantu merealisasikan visi dan misi Bupati Yaumil Ambo Djiwa dan Wakil Bupati Herny Agus di masa-masa mendatang. (egi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *