Tahun ini, semangat gotong royong itu terasa semakin istimewa karena bersamaan dengan pelaksanaan Sandeq Silumba 2025, lomba perahu tradisional yang sarat nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Mandar. Para Passandeq yang singgah di Lalampa Dua menjadi tamu kehormatan dalam perayaan rakyat tersebut.
“Karena momen Sandeq Silumba 2025, kami memang sengaja menyiapkan hidangan bagi para Passandeq. Ini bentuk penghargaan dan kebanggaan kami bisa menjamu para pelaut tangguh ini,” ungkapnya.
Tak ada panggung megah, tak ada prasmanan mewah. Hanya deretan meja sederhana di halaman rumah, aroma ikan bakar, kue cucur, dan aneka kuliner khas Mandar yang menyatu dengan tawa anak-anak dan sapaan hangat warga. Di sinilah wajah Indonesia yang sesungguhnya tercermin, dalam keramahan, kebersamaan dan kekayaan budaya yang tak lekang oleh waktu.
Tradisi yang digerakkan sepenuhnya oleh partisipasi warga ini menjadi pengingat bahwa merayakan identitas dan kebersamaan tidak selalu harus mewah. Cukup dengan niat tulus dan tangan terbuka, setiap orang yang datang akan merasa pulang. (*)