EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU — Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di Sulawesi Barat (Sulbar), Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulbar tampil sebagai motor penggerak strategi lintas sektor.
Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penurunan Stunting di Hotel Maleo Mamuju, Senin (25/8/2025), Bapperida menegaskan peran sentralnya dalam mengawal efektivitas program dari perencanaan hingga pengendalian.
Sekretaris Bapperida Sulbar, Muh Darwis Damir, hadir sebagai narasumber mewakili Kepala Bapperida Sulbar Junda Maulana. Dalam paparannya, Darwis menyampaikan potret prevalensi stunting Sulbar.
“Gambaran dari Prevalensi Stunting saat ini untuk nasional sebesar 19,8 persen Balita mengalami Stunting. Sedangkan, Sulbar sebesar 35,4 persen. Secara nasional sampai akhir periode RPJMN 2025-2029 dapat diturunkan sebesar 14 persen. Tentu saja seiring target nasional, maka Pemprov Sulbar juga diharapkan dapat menurunkan setiap tahun sebesar 2 persen sehingga di akhir Periode dapat diperoleh dan dicapai sebesar 25 persen,” ujar Darwis.
Lanjut kata Darwis, Bapperida tidak hanya menyusun rencana, tetapi juga mengawal pelaksanaan program lintas sektor agar selaras dengan arah kebijakan dan kebutuhan lapangan, ucapnya.
Dalam forum yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulbar Salim S. Mengga, Wakil Bupati se-Sulbar, serta kepala OPD dan TPPS kabupaten, Bapperida menegaskan empat pilar utama strategi penurunan stunting.