Satgas Pemeriksa Hewan Kurban 2018 Mulai Bergerak

  • Bagikan
Satgas Pemeriksa Hewan Kurban 2018 Mulai Bergerak

BANDUNG – Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung mulai menggerakkan Satuan Tugas (Satgas) Pemeriksa Hewan Kurban 2018 ke ratusan titik lokasi penjualan hewan kurban di Kota Bandung. Setiap hewan kurban yang telah diperiksa kesehatan dan kelayakan akan dipasang kalung label sehat khusus 2018.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan, pemeriksaan dilakukan menyeluruh termasuk kelengkapan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang harus dimilikipedagang yang membawa hewan dari luar kota.

“Kota Bandung bebas Antrax, dan salah satu yang penting membawa SKKH daerah asal ternak tersebut. Jadi selain sehat dan layak, harus ada SKKH dari daerah asal. Misalkan ini ada dari Jateng atau Boyolali, nah, dari dinas peternakan setempatnya harus ada SKKH,” kata Elly, di Bandung, Senin, 6 Agustus 2018.

SKKH yang diterbitkan dinas peternakan asal hewan akan menjadi kelengkapan awal hewan kurban yang terbebas dari penyakit seperti Antraks. Di Jawa Barat, ada delapan endemis Antraks, di lima kabupaten dan tiga kota yakni, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Purwakarta, lalu Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, serta Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi.

Apabila pedagang membawa hewan kurban dari delapan daerah tersebut, Elly telah menginstruksikan agar tim ante mortem Satgas Pemeriksa Hewan Kurban 2018 meminta kelengkapan dokumen SKKH kepada pedagang. Meski begitu, kata Elly, selama hewan memakai kalung penanda sehat dan layak dari Dispangtan Kota Bandung, maka hewan tersebut sudah layak.

“Jadi tidak mungkin daerah asal kabupaten kota di luar Kota Bandung atau di luar delapan daerah ini memberikan SKKH manakala hewannya menderita Antrax. SKKH-nya harus dilihat. Yang jelas kita akan memberikan kalung sehat kalau SKKH-nya ada,” tuturnya.

Label

Elly juga meminta warga memerhatikan label khusus Sehat 2018 itu. Bagi para pembeli hewan, harus dipastikan kalung sehat 2018 tersebut terus menempel di hewan kurban sampai tiba ke lokasi penyembelihan.

“Memang kita harus tetap waspada kepada pedagang yang nakal. Belilah hewan kurban yang kalung sehatnya 2018, karena tidak sedikit yang mempergunakan kalung sehat tahun kemarin. Jadi pada saat datang ke masjid, sapi atau dombanya itu kalung sehatnya harus tetap tertempel, jadi tidak disalahgunakan oleh pedagang hewan kurban yang nakal,” ujar Elly.

Untuk menandai hewan kurban yang telah diperiksa, Elly sudah menyiapkan 35 ribu kalung untuk hewan yang sehat dan layak potong. Jumlah tersebut sudah ditambah sebanyak 7.000 kalung untuk mengantisipasi lonjakan penjualan hewan kurban di Kota Bandung, baik sapi maupun domba.

Elly juga menginstruksikan agar satgas tidak hanya melakukan pemeriksaan tetapi memberikan edukasi kepada penjual, termasuk menginformasikan tempat berjualan. Pemeriksaan kesehatan hewan kurban itu meliputi pengecekan kondisi fisik dari kulit, mata, suhu badan serta hidung. Dari ciri-ciri tersebut akan dideteksi kondisi kesehatan hewan kurban.

“Pemeriksaan hewan kurban tadi sudah kita lihat bahwa kita akan berikan kalung sehat dan layak persyaratannya untuk hewan kurban. Yang sehat itu berarti tidak boleh berpenyakit, seperti matanya jernih, suhu normal, kulitnya mulus tidak ada penyakit kulit juga hidungnya tidak ada penyakit yang di daerah mulut,” ujar Elly.

Source: pikiran-rakyat.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *