Mamasa  

Desa Salumayang Ditimpa Longsor, 15 Rumah Terancam Kena Dampak

Foto. Lokasi rumah warga yang di bongkar akibat dampak Lonsor di Desa Salumakanan Kec. Rantebulahan Timur.

Mamasa, EKSPOSSULBAR — Dua pekan terakhir, Kabupaten Mamasa dilanda Longsor dan banjir bandang. Tak heran jika curah hujan yang begitu tinggi menyebabkan struktur tanah yang labil membuat mudah mengalami Longsor.

Baru-baru ini tiga wilayah khusunya di kecamatan Aralle, Kecamatan Tabulahan dan Kecamatan Ranbulaham Timur mengalami banjir bandang dan longsor.

Berdasarkan pantauan ekspossulbar.co.id tepatnya di Desa Salumokanan, Kecamatan Rantebulahan Timur, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulbar, terdapat 15 rumah warga terancam terdampak longsor.

Akibatnya, 10 kepala keluarga (KK) terpaksa diungsikan ke rumah keluarganya dan 5 KK lainnya berusaha membongkar rumah mereka sendiri dan dipindahkan ke tempat yang aman.

Salah satu warga terdampak, Ratnawati, menyampaikan ancaman tanah lonsor lima rumah bagi warga Desa salumokanan, karena rumah mereka terletak di puncak tebing. Sehingga terpaksa membongkar demi menghindari jika terjadi longsor susulan.

Sementara 10 rumah warga termasuk rumahku, kata Ratnawati yang berada di bawah tebing terjadinya longsor, membuatnya merasa cemas jika hujan kembali mengguyur wilayahnya.

“Itu rumahku dibawa rawan longsor juga karena pas kena pelebaran jalan, jadi terpaksa bikin pondok dulu,” kata Ratnawati pada saat ditemui dilokasi longsor, Kamis 1 September 2022.

Pondok itu dibuat, kata dia, sewaktu-waktu dapat ia tempati untuk mengungsi saat hujan turun.

“Kalau hujan, saya mengungsi ke pondok,” katanya

Sementara itu, Kepala Desa Salumokanan Barat, Herman, menuturkan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu 27 Agustus 2022, sekira pukul 20.00 Wita malam.

Menurutnya, peristiwa itu dampak dari Proyek pelebaran jalan trans Sulawesi.

“Rawan memang karena di gali di bawahnya. Pada saat hujan turun maka terjadi Lonsor,” tutur Herman saat ditemui di kediamanya siang tadi.

Namun demikian, lanjut dia, saat ini pihak Kontraktor Proyek pekerjaan jalan Nasional itu bersedia mengerjakan tebing longsoran tersebut.

Hal itu dapat terwujud, lanjut dia, setelah Pemerintah Desa Salumokanan Barat bersama Masyarakat melakukan pertemuan dengan pihak kontraktor.

Ditegaskan Herman, dari 15 rumah warganya yang terdampak, 5 diantaranya terpaksa dibongkar.