Ingatkan Nafas Perjuangan Pembentukan Kabupaten

Pasangkayu,EKSPOSSULBAR.CO.ID– Pemkab Pasangkayu menggelar perayaan hari jadi kabupaten ke 20. Diantaranya expo pembangunan, karnaval budaya, dan berbagai perlombaan.

Bupati Pasangkayu Yaumil Ambo Djiwa, menyampaikan, kegiatan perayaan hari jadi kabupaten digelar, sebagai wujud rasa syukur atas capaian pembangunan yang telah dilakukan selama 20 tahun belakangan. Selain itu, sambung dia, untuk mengingatkan kembali tentang nafas perjuangan pembentukan kabupaten.

Diceritakanya, gagasan untuk menjadi daerah otonomi pada 18 Juli tahun 2000 silam, berangkat dari keperihatinan akan kondisi Pasangkayu, yang kala itu masih menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Mamuju. Terkesan luput dari perhatian. Belum teraliri listrik serta kondisi infrastruktur jalan yang begitu memperihatinkan.

BACA JUGA:  Penataan Pasar Desa sebagai Upaya Mengokohkan Pilar Kebangsaan

” Pasangkayu waktu itu gelap gulita, belum ada PLN masuk, jalan poros trans sulawesi masih berbatu dan berkubang. Aksi kejahatan perampokan sangat marak waktu itu, karena kita baru memiliki satu kantor Polsek” ceritanya menggambarkan, saat membuka acara expo pembangunan, Senin 6 Maret.

Gayung bersambut, dengan terbitnya undang-undang otonomi daerah. Di Desa Sarudu, ia yang kala itu masih menjabat sebagai Kepala Desa Sarudu menggagas pembentukan panitia pembentukan kabupaten dengan nama Komite Aksi Pembentukan Kabupaten Pasangkayu (KAPKP). Semua sepakat, menunjuk Agus Ambo Djiwa, sebagai ketuanya, dan Rahmat Turusi sebagai sekretarisnya.

BACA JUGA:  Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Mamuju Jelang Idul Adha Tembus 448 Orang

Lanjut Yaumil, perjuangan KAPKP untuk memekarkan Pasangkayu menjadi sebuah kabupaten tidaklah mudah. Pengorbanan harta dan tenaga tidaklah sedikit. Apa lagi dana perjuangan hanya mengandalkan swadaya dari masyarakat.

Namun berkat tekad yang kuat, serta dukungan dari semua elemen termasuk mahasiswa, akhirnya perjuangan berbuah manis. Tepat 27 Januari 2003, DPR RI menggelar sidang paripurna kesepakatan terbentuknya kabupaten Pasangkayu, bersamaan dengan terbentuknya Kabupaten Luwu Timur.

BACA JUGA:  Penataan Pasar Desa sebagai Upaya Mengokohkan Pilar Kebangsaan

Setelah terbentuk menjadi kabupaten, Pasangkayu sedikit demi sedikit mulai berbenah. Pembangunan bidang infrastruktur digenjot, begitupun pembangunan sumber daya manusia (SDM) serta bidang lainya. Hingga Pasangkayu mencapai kemajuan pesat diberbagai bidang sebagaiman terlihat seperti sekarang ini.

” Mari kita jaga apa yang telah dibanguan. Mari satukan semangat dan komitmen kita untuk terus bersama membangun daerah yang kita cintai ini. Siapa lagi yang mengisi pembangunan kalau bukan masyarakat Pasangkayu sendiri” pungkasnya.(*)