Ia juga mengaku bahwa pembahasan buku ini menjadi pengingat pribadi atas tanggung jawab sebagai anak sekaligus generasi penerus untuk melanjutkan cita-cita sang ayah, Suhardi Duka.
“Ini menjadi PR besar bagi saya—untuk melanjutkan harapan bapak, terutama dalam mencetak generasi yang unggul melalui jalur pendidikan,” lanjutnya.
Bedah buku ini dihadiri berbagai kalangan, mulai dari akademisi, pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga pegiat literasi. Diskusi berlangsung aktif dan penuh apresiasi terhadap kontribusi SDK bagi Sulawesi Barat.
Keterlibatan langsung tokoh-tokoh daerah dalam kegiatan ini menjadi momen penting untuk memperkuat budaya literasi, memperkaya wawasan sejarah lokal, dan menumbuhkan semangat kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai kearifan dan pengabdian. (rls/*)