Salim juga telah menginstruksikan Dinas Pertanian untuk segera menginventarisasi bangunan dan sumber air yang bisa dioptimalkan. Pemprov Sulbar, lanjutnya, akan mendorong dukungan dari pemerintah pusat untuk merealisasikan program pengairan ini.
Lebih lanjut, Salim mengingatkan pentingnya langkah strategis menghadapi ancaman krisis pangan global yang diperkirakan terjadi pada 2054. Ia menekankan bahwa negara-negara di sekitar khatulistiwa, termasuk Indonesia, akan menjadi pusat perhatian dunia karena potensi lahannya yang masih subur.
“Ini momentum kita untuk memperkuat kemandirian pangan. Semua pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, desa, hingga dinas terkait harus benar-benar memperhatikan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Selain irigasi, Salim juga menyoroti pentingnya pengendalian ekspansi perkebunan sawit. Ia menilai, sebagian lahan perlu dialihkan untuk pencetakan sawah demi memperkuat ketahanan pangan dan mengatasi konflik agraria yang kerap terjadi.
“Ke depan, pencetakan sawah harus menjadi prioritas. Ini juga bagian dari penyelesaian masalah agraria yang sering saya temui di berbagai wilayah di Sulbar, terutama antara masyarakat dan pihak perkebunan,” pungkasnya. (rls/*)