Lawan Stigma Epilepsi, DKPPKB Sulbar Gaungkan Semangat Purple Day 2026
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Secara umum, epilepsi ditandai dengan kejang yang bisa berupa tubuh kaku, sentakan otot tak terkendali, hingga penurunan kesadaran. Dalam beberapa kasus, penderita juga bisa mengalami tatapan kosong, kebingungan sesaat, atau gerakan berulang seperti mengunyah.
DKPPKB Sulbar pun mengingatkan pentingnya penanganan awal yang tepat saat seseorang mengalami kejang. Masyarakat diimbau tetap tenang, menjauhkan benda berbahaya, melindungi kepala dengan alas lunak, serta memiringkan tubuh penderita agar jalan napas tetap aman.
“Yang perlu diingat, jangan menahan gerakan kejang dan jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut penderita. Dampingi sampai sadar dan pastikan kondisinya aman,” jelas dr. Nursyamsi.
Epilepsi bisa dialami siapa saja, baik anak-anak maupun lansia. Karena itu, dukungan keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat dibutuhkan, tidak hanya secara medis, tetapi juga secara emosional.
Melalui momentum ini, DKPPKB Sulbar mendorong penguatan edukasi, layanan kesehatan, serta dukungan komunitas dan konseling keluarga agar kualitas hidup penyandang epilepsi semakin baik.
“Harapannya, kita tidak hanya peduli, tapi juga bertindak. Dengan pemahaman yang benar, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan ramah bagi semua,” tutupnya. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
