Gubernur Sulbar Pimpin Rakor BSPS 2026: Mamuju dan Pasangkayu Masih Nol Realisasi dari Kuota 5.250 Unit
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Kepala Disperkimtanhub Sulbar Maddareski Salatin menambahkan sekitar 2.000 unit lebih telah mendapat persetujuan SK dari Dirjen, dan target penyelesaian tambahan 1.250 unit dipatok 15 Agustus 2026.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Perhubungan (Disperkimtanhub) Sulbar, Maddareski Salatin, mengatakan rakor tersebut digelar untuk mempercepat pelaksanaan BSPS yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, awalnya Sulawesi Barat memperoleh kuota 4.000 unit, kemudian mendapat tambahan 1.250 unit sehingga total mencapai 5.250 unit.
Saat ini, realisasi fisik masih sekitar 1.090 unit dari kuota awal, sedangkan lebih dari 2.000 penerima telah memperoleh Surat Keputusan (SK) dari Direktorat Jenderal sebagai dasar pelaksanaan program.
“Alokasinya sebenarnya sudah terpenuhi. Yang dibutuhkan sekarang adalah percepatan pelaksanaan di lapangan. Karena itu Pak Gubernur memimpin langsung rapat dan meminta dukungan penuh pemerintah kabupaten,” katanya.
Maddareski menegaskan, capaian BSPS tahun ini akan menjadi indikator penting bagi pemerintah pusat dalam menentukan besaran kuota bantuan tahun berikutnya.
Ia menyebut secara nasional pemerintah menargetkan 400 ribu unit BSPS pada 2026, sementara tahun berikutnya diproyeksikan meningkat hingga 2 juta unit. Kondisi tersebut membuka peluang Sulawesi Barat memperoleh tambahan kuota lebih besar apabila mampu menunjukkan kinerja pelaksanaan yang baik.
“Ini menjadi barometer untuk bantuan tahun berikutnya. Kalau misalnya kita penuhi, pasti kan menjadi catatan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PKP (Perumahan dan Kawasan Pemukiman),” ujarnya.
Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Sulawesi Barat masih mencapai sekira 97 ribu unit, sedangkan data by name by address (BNBA) yang telah teridentifikasi mencapai sekitar 12.729 rumah. Selain itu, backlog atau kekurangan kebutuhan rumah di Sulbar tercatat sekitar 13.674 unit. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
