Orasi Ilmiah di UNM, Gubernur Sulbar Dorong Perguruan Tinggi Kuasai Teknologi Pengolahan Tanah Jarang
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 52 menit yang lalu

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka menegaskan pentingnya generasi muda dan perguruan tinggi mengambil peran dalam menghadapi perubahan geopolitik dan ekonomi dunia.
Hal itu disampaikan Suhardi Duka saat memberikan orasi ilmiah pada acara wisuda Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis, 20 Agustus 2026.
Dalam orasinya, Suhardi Duka mengatakan, perkembangan geopolitik global saat ini menunjukkan persaingan yang semakin kuat antara berbagai negara. Kondisi tersebut turut memicu konflik dan perang di sejumlah kawasan dunia.
“Secara global kita melihat bagaimana geopolitik mengarung-mengarungi antara satu kekuatan dengan kekuatan yang lain. Akibatnya juga terjadi perang, baik antara Ukraina dengan Rusia, Israel dengan Palestina dan beberapa negara Arab lainnya, maupun Amerika dengan Iran,” ujar Suhardi Duka.
Menurutnya, dinamika geopolitik tersebut tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga berpengaruh terhadap perekonomian dunia. Karena itu, Indonesia dinilai perlu memainkan peran yang lebih aktif agar pembangunan nasional dapat diarahkan menuju kesejahteraan masyarakat.
Suhardi Duka juga menyoroti arah kebijakan ekonomi nasional. Ia mengatakan, dalam satu dekade terakhir Indonesia mampu mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 4 hingga 5 persen. Namun, pertumbuhan tersebut menurutnya belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi itu tidak semuanya bisa dinikmati oleh masyarakat kita. Justru angka kemiskinan tetap ada di tengah-tengah kita. Pertumbuhan ekonomi itu hanya dinikmati oleh segelintir orang, akhirnya yang kaya semakin kaya, kemudian yang miskin tetap terabaikan,” katanya.
Ia menilai perubahan paradigma pembangunan perlu diarahkan kembali pada amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945, yang menempatkan sumber daya alam sebagai kekayaan yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Menurut Suhardi Duka, pengelolaan sumber daya alam harus mampu menghasilkan penerimaan bagi negara sekaligus menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia juga menyinggung berbagai persoalan dalam tata kelola sumber daya alam, termasuk praktik seperti under-invoicing dan underpricing yang dinilai dapat mengurangi manfaat ekonomi yang seharusnya diterima negara.
Dalam kesempatan tersebut, Suhardi Duka secara khusus mengangkat potensi Sulbar sebagai salah satu wilayah yang memiliki sumber daya mineral kritis, terutama rare earth elements atau unsur tanah jarang.
Menurutnya, tanah jarang saat ini menjadi salah satu komoditas strategis dunia karena berkaitan erat dengan perkembangan teknologi dan kekuatan geopolitik.
- Penulis: Ekspos Sulbar

