ekspossulbar.com, PASANGKAYU — Gempa dan Tsunami yang melanda sebagian wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa waktu yang lalu, tidak hanya meluluh lantakkan perumahan warga tapi juga gedung-gedung pendidikan yang ada disana. Akibanya sebagian siswa-siswi di Sulteng tidak bisa menjalankan proses belajar sebagaimana mestinya.
Menanggapi kondisi ini, Pemkab Pasangkayu mengeluarkan kebijakan menerima siswa-siwi korban bencana Sulteng untuk mengikuti proses belajar mengajar sementara di sekolah-sekolah SD maupun SMP yang ada di Pasangkayu. Statusnya sebagai siswa titipan.
“Pada prinsipnya kami membuka ruang untuk siswa-siswi korban bencana Sulteng khususnya untuk SD dan SMP. Nanti dinas terkait mengatur seperti apa mekanismenya. Mana sekolah-sekolah yang masih kosong, akan ditempatkan disitu. Ini juga telah menjadi instruksi nasional” terang Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Jumat 12 Oktober.