Opini  

Teknologi: Alat Netral yang Ditentukan oleh Tangan Manusia

gambar ilustrasi.

DI tengah pesatnya perkembangan zaman, saat ini teknologi menjelma menjadi kekuatan luar biasa yang mampu mengubah hampir setiap aspek kehidupan manusia. Dari cara kita bekerja, berkomunikasi, hingga berpikir, semuanya itu tak lepas dari sentuhan teknologi.

Namun, kecanggihannya di balik itu, ada satu hal yang perlu kita sadari adalah teknologi hanyalah alat. Ia tidak memiliki kehendak, moral, atau arah. Manusialah yang menentukan akan dibawa ke mana ia melaju, ataukah menuju pembangunan atau kehancuran.

Netralitas teknologi

BACA JUGA:  BPKPD Sulbar Tuntaskan Evaluasi Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2024 Kabupaten Mamuju

Teknologi itu sendiri bersifat netral. Seperti sebuah pisau yang dapat digunakan untuk memotong sayuran, tapi juga bisa melukai seseorang. Media sosial dapat menyebarkan edukasi dan kepedulian, namun di sisi lainjuga bisa menjadi ladang hoaks, ujaran kebencian, bahkan sarana perselingkuhan.

Sedangkan kecerdasan buatan mampu membantu diagnosis medis dengan cepat, namun juga bisa dimanfaatkan untuk manipulasi data dan penyebaran propaganda. Segala dampak baik positif maupun negatif itu lahir bukan dari teknologinya, melainkan dari niat dan tindakan penggunanya.

BACA JUGA:  Sinergi Akuntabilitas: BPKPD Sulbar Sambut Tim BPK Terkait Hibah Pilkada 2024

Tanggung jawab etis manusia

Inilah mengapa diperlukan tanggung jawab moral yang tidak bisa dibebankan pada teknologi itu sendiri. Kitalah yang harus membimbing arah penggunaannya. Tapi sayangnya, ketika teknologi memberikan kekuasaan yang besar dalam waktu singkat, sebagian manusia tergoda untuk menggunakannya demi kepentingan sesaat, popularitas, atau bahkan kekuasaan. Maka muncullah masalah baru seperti polarisasi sosial, penyalahgunaan data, pelanggaran privasi, dan kerusakan moral.