ekspossulbar.com, MAMUJU – Ratusan massa aksi yang menamakan diri sebagai keluarga besar Pitu Uluna Salu (PUS) mendatangi Kantor dinas pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Barat, Selasa (7/8).
Kedatangan massa aksi tersebut untuk meminta klarifikasi sekaligus menuntut kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar agar meminta maaf kepada masyarakat karena tidak konsisten dalam menepati janji untuk menghadirkan Dr. Ramli yang diduga telah melakukan diskriminasi atas perumusan penamaan muatan lokal bahasa yang terdapat dasar – dasar pemikiran yang menghina salah satu bahasa suku tertua di Sulbar.
Aksi ini berlangsung selama 2 jam dengan mendapat pengawalan ketat dari Personil Polres “Metro” Mamuju yang menurunkan sebanyak 100 orang personil dan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres “Metro” Mamuju Kompol Daud.
Saat ditemui usai pelaksanaan unjuk rasa, Kabag ops Polres “Metro” Mamuju mengungkapkan bahwa pengawalan aksi Unras ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada para massa aksi agar dapat menyampaikan aspirasinya secara aman dan nyaman.