Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Pemkab Pasangkayu Raih Penghargaan Maturitas SPIP, Tertinggi di Sulbar

Pemkab Pasangkayu Raih Penghargaan Maturitas SPIP, Tertinggi di Sulbar

  • account_circle Ekspos Sulbar
  • calendar_month Jum, 7 Des 2018
  • comment 0 komentar

ekspossulbar.com, PASANGKAYU—Prestasi demi prestasi terus diraih Pemkab Pasangkayu dibawah kepemimpinan Bupati Agus Ambo Djiwa dan Wakilnya Muhammad Saal. Terbaru, kabupaten utara Sulbar ini meraih penghargaan Maturitas SPIP (Sistem Pengendalian Internal Pemerintah) level 3 dari BPKP RI.

Kita patut berbangga, sebab dari beberapa kabupaten di Sulbar yang memperoleh penghargaan yang sama, Kabupaten Pasangkayu memperoleh penghargaan tertinggi.Penghargaan ini diberikan terkait dengan penilaian BPKP terhadap tingkat kematangan penyelenggaraan SPIP di Pasangkayu

Penghargaan diserahkan oleh Kepala Deputi BPKP Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Polhukam, Pembangunan Manusia, dan Kebudayaan Ernadhi Sudarmanto, di kantor perwakilan BPKP Sulbar, Rabu 5 Desember.

“ Meski kita adalah kabupaten masih muda, namun kita memperoleh level tertinggi dari kabupaten lain di Sulbar. Yang lain ada yang dapat level dua dan satu. Penghargaan ini bukti komitmen bapak bupati terhadap upaya penguatan SPIP dan penyelenggaran pemerintahan di Pasangkayu” sebut Kepala Inspektorat Pasangkayu Rahmat K Turusi yang mewakili Bupati Pasangkayu dalam penerimaan penghargaan tersebut, Jumat 7 Desember.

Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa mengaku amat mengapresiasi penghargaan dari BPKP ini. Kata dia, itu akan menjadi penyemengat untuk mencipatkan SPIP Pemkab Pasangkayu yang lebih handal kedepan.

Sambung dia, raihan penghargaan pada level 3 ini sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu yang lalu, dimana semua Kementrian/Lembaga/Daerah (K/L/D) sudah mesti mencapai level 3 paling lambat tahun 2019, sebagaimana telah ditetapkan dalam RPJMN 2015-2019.

  • Penulis: Ekspos Sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Pasangkayu Fasilitasi Penyelesaian Konflik Masyarakat Dengan PT.Pasangkayu

    Pemkab Pasangkayu Fasilitasi Penyelesaian Konflik Masyarakat Dengan PT.Pasangkayu

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2020
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 348
    • 0Komentar

    ekspossulbar.com,PASANGKAYU—Pemkab Pasangkayu turun tangan memediasi penyelesaian konflik masyarakat Salu Raya, Desa Gunung Sari, dengan pihak PT. Pasangkayu, Rabu 18 Maret. Dipimpin langsung oleh Sekkab Firman. Hadir pula, Kapolres Matra AKBP. Leo H. Siagian. Dalam kesempatan itu, Sekkab Firman mengapresiasi kehadiran kedua belah pihak. Sebagai wujud kemauan, penyeselesaian masalah dilakukan secara kekeluargaan. Untuk konflik yang telah […]

  • Evaluasi Kinerja, Bupati Pasangkayu Kumpulkan Kepala OPD

    Evaluasi Kinerja, Bupati Pasangkayu Kumpulkan Kepala OPD

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2019
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 448
    • 0Komentar

    ekspossulbar.com, PASANGKAYU— Pemkab Pasangkayu menggelar rapat koordinasi (rakor) sekaligus evaluasi kinerja untuk pelaksanaan program 2019, Selasa 17 September. Rapat yang berlangsung diruang pola kantor bupati ini, dipimpin langsung oleh Bupati Agus Ambo Djiwa. Nampak hadir Sekkab Firman dan seluruh kepala OPD. Bupati Agus menyampaikan evaluasi kinerja itu penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat penyerapan […]

  • Presiden Keluarkan Perpres Stranas Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak

    Presiden Keluarkan Perpres Stranas Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak

    • calendar_month Ming, 24 Jul 2022
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 279
    • 0Komentar

    JAKARTA, EKSPOSSULBAR.CO.ID – Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 101 Tahun 2022 tentang Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak. Peraturan yang dapat diakses pada laman JDIH Sekretariat Kabinet ini ditandatangani Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 15 Juli 2022. Disebutkan dalam pertimbangan peraturan ini bahwa untuk melindungi anak dari kekerasan dan diskriminasi, […]

  • Workshop PASTI PADU Mamuju, Dinkes Sulbar Tegaskan Komitmen Kolaboratif Turunkan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

    Workshop PASTI PADU Mamuju, Dinkes Sulbar Tegaskan Komitmen Kolaboratif Turunkan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 203
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) melalui Dinas Kesehatan kembali menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Hal itu ditegaskan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, saat memberikan laporan penyelanggara kegiatan Workshop Implementasi Program Pencegahan dan Penanganan Stunting & Kemiskinan Ekstrem Terpadu (PASTI PADU) […]

  • Perkuat Tata Kelola Aset Pemprov Sulbar, Dinas Perkimtanhub Koordinasi ke Kantor ATR/BPN Majene

    Perkuat Tata Kelola Aset Pemprov Sulbar, Dinas Perkimtanhub Koordinasi ke Kantor ATR/BPN Majene

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 130
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAJENE — Upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) dalam menertibkan pengelolaan aset daerah mendapat dorongan nyata. Pada Jumat (13/3), Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Perhubungan (Perkimtanhub) Sulbar, Fauzan, memimpin koordinasi ke Kantor ATR/BPN Majene. Koordinasi ini juga bagian dari upaya Pemprov Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka […]

  • Perbedaan Hari Raya, Sekda Sulbar Tekankan Persatuan dan Nilai Fitrah

    Perbedaan Hari Raya, Sekda Sulbar Tekankan Persatuan dan Nilai Fitrah

    • calendar_month Ming, 22 Mar 2026
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 99
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, mengajak masyarakat untuk menyikapi perbedaan penetapan Idulfitri secara bijak dan penuh toleransi. Menurutnya, perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri antara pemerintah dan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah merupakan hal yang tidak perlu dipersoalkan. “Ini kita tidak bisa menyalahkan. Artinya, ini hal yang terjadi berdasarkan pemahaman dan […]

expand_less