“Kalau seluruh rakyat Kabupaten Pasangkayu menginginkan dan merestui saya maju dalam pilkada 2020, Insya Allah saya siap lahir dan bathin” tegasnya, Rabu 12 Juni.
Wakil Ketua DPRD Pasangkayu itu bercerita, dahulu yang mempunyai pemikiran untuk terlepas dari Kabupaten Mamuju dan membentuk kabupaten sendiri hanya segelintir saja, termasuk Agus Ambo Djiwa dan Rahmat K. Turusi sebagai sekretaris komite, serta beberapa tokoh lainnya.
Ketua DPD Golkar Pasangkayu itu memaparkan, keterlibatan dirinya dalam pembentukan kabupaten Mamuju Utara, bukan hanya sekedar ucapan semata, atau hanya dilibatkan saja, tapi segala harta, jiwa dan raganya diperuntukan bagi terbentuknya kabupaten ini pada saat itu.
“Pertama kali saya yang menginisiator terbentuknya Komite Aksi Pembentukan Kabupaten Pasangkayu (KAPKP) yang diketuai langsung oleh Agus Ambo Djiwa, dibantu Rahmat K. Turusi sebagai Sekretaris,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui Yaumil Ambo Djiwa, sesepuh di balik perjuangan KAPKP , dikenal pribadi yang sederhana dan bermasyarakat. Nama Yaumil Ambo Djiwa pun sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Pasangkayu. Bebicara mengenai pembangunan daerah dia tampil dalam garda terdepan. Tidak ada kata menyerah demi menggapai kesejahteraan masyarakat Pasangkayu.
“Apa yang saya perbuat semata-mata demi kesejahteraan masyarakat. Saya bekerja ikhlas, tanpa berharap imbalan dari apa yang dikerjakan. Dahulu, dengan melihat suasana daerah ini, serasa sesak di dada saya. Apa lagi saya tahu, masyarakat kami mampu berbuat yang lebih baik. Kabupaten Pasangkayu sangat kaya raya dengan sumber daya alamnya, sehingga saya menganggap tak ada kata yang tak mungkin, bila kami ingin bangkit bersama,” ujar Yaumil Ambo Djiwa.(has)