” Anggaran per Kecamatan sekira Rp. 1,5 miliar. Kemudian program umrah tahun mendatang juga kita tingkatkan dari 36 orang naik dua kali lipat menjadi 70 orang. Anggaran yang disiapkan sekira Rp. 2,2 miliar” ungkapnya.
Sementara, Staf Khusus Mulyadi Saleh menyampaikan, dibawah kepemimpinan Agus Ambo Djiwa, Pasangkayu akan mengambil peran maksimal sebagai wilayah penyangga ibu kota baru. Diantaranya penyiapan pembangunan pelabuhan nasional dengan luas lahan sekira 1.000 hektar, dan rencana pembangunan bandara.
Dengan adanya sejumlah mega proyek itu diyakini bakal semakin mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menghadirkan potensi besar bagi kemajuan UKM, dan UMKM.
” Kalau pelabuhan jadi, maka orang akan berdatangan di Pasangkayu. Nah pasti akan membawa keuntungan besar bagi usaha perhotelan, laundry, kuliner dan usaha lainnya. Belum lagi, kita akan menjadi penyetok bahan pangan ke ibu kota baru. Seperti buah-buahan, sayuran, dan berbagai bahan pangan lainnya” jelasnya.(has)