Satu-Padu Dukung Promosi Wisata Pasangkayu

Pasangkayu,EKSPOSSULBAR.CO.ID– Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pasangkayu menggelar bincang-bincang wisata, Kamis14 Juli. Tujuanya untuk promosi sekaligus menggali potensi objek wisata di kabupaten paling utara Sulbar ini.

Acara yang berlangsung disalah satu warung kopi di Pasangkayu itu menghadirkan peserta utama dari kalangan wartawan. Dengan pembicara salah satunya Ketua PWI Sulbar Naskah M Nabhan. Mendapat dukungan penuh dari PT. Astra Agro Lestari (PT.AAL).

Kepala Disbudpar Pasangkayu Yunus Alsam mengharap, melalui kegiatan itu potensi objek wisata di Pasangkayu yang cukup besar dapat lebih dikenal secara luas. Sehingga dapat menarik minat para wisatawan lokal, nasional, maupun internasional.

BACA JUGA:  Empat Pilar Kebangsaan, Membangun Generasi Emas Indonesia

” Potensi wisata kita ini cukup besar sesungguhnya. Hanya masih kurang terpromosi. Makanya kami membuka kerjasama dengan semua pihak, seperti dunia usaha, teman media, dan pihak lainnya untuk kita sama-sama membuka ruang mempublikasi, serta mempromosi objek wisata kita” terang Yunus Alsam.

Sambung dia, bincang-bincang wisata merupakan tahap awal promosi wisata Pasangkayu. Selanjutnya Disbudpar berharap potensi wisata Pasangkayu dapat diberitakan secara luas melalui media massa.

BACA JUGA:  Penataan Pasar Desa sebagai Upaya Mengokohkan Pilar Kebangsaan

Setelahnya, Disbudpar akan melihat sejuah mana respon masyarakat, yang kemudian akan menjadi dasar perencanaan pengembangan potensi wisata dan budaya yang ada di Pasangkayu kedepan.

Lebih jauh ia menyebut potensi wisata Pasangkayu sejauh ini terdata sekira 43 objek. Meliputi objek wisata alam seperti air terjun, goa dan wisata pantai. Pun memiliki wisata budaya yakni etnis dan budaya suku Bunggu, yang mendiami wilayah utara Pasangkayu.

BACA JUGA:  Empat Pilar Kebangsaan, Membangun Generasi Emas Indonesia

” Dari segi geografis letak Pasangkayu ini sangat strategis berada dilintasan khatulistiwa, sehingga memiliki potensi alam yang cukup besar. Kemudian dari segi budaya kita diapit budaya besar, diantaranya budaya kaili, bugis, manda, dan bugis.(*/)