RSUD Tambah Dua Gedung Baru, Maksimalkan Pelayanan Ibu dan Bayi

Pasangkayu,EKSPOSSULBAR.CO.ID– RSUD Pasangkayu terus berbenah melengkapi segala sarana dan prasarana kesehatannya. Seiring telah ditetapkanya, menjadi rumah sakit rujukan dibagian utara Sulbar.

Pembenahan baik dari segi penambahan SDM maupun peningkatan sarana gedung. Rabu 21 Desember, Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa meresmikan dua gedung baru RSUD.

Dua gedung baru itu yakni gedung pelayanan obstetri neonatal emergency komprehensif (Ponek) dan gedung pediatric intensive care unit (Picu) dan neonatal intensive care unit (Nicu).

BACA JUGA:  Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Mamuju Jelang Idul Adha Tembus 448 Orang

Bupati berharap dengan hadirnya dua gedung baru itu, pelayanan kesehatan di RSUD, semakin baik dan bermutu, serta semakin terjangkau. Masyarakat dapat merasakan pelayanan kesehatan secara lengkap, tanpa harus ke rumah sakit di Palu, Sulteng.

” Kita bersyukur tiap tahun, RSUD selalu mendapat bantuan penambahan gedung. Pesan saya, kelola dengan baik rumah sakit kita ini. Lakukan pelayanan dengan baik. Percantik gedungnya, biar masyarakat semakin nyaman” imbuh bupati.

BACA JUGA:  Askary Nakhodai Perbakin Mamuju Tengah Periode 2023-2027

Direktur RSUD Pasangkayu, dr. Welly Patana Salu, mengungkapkan, Kementrian Kesehatan, menetapkan RSUD Pasangkayu sebagai rumah sakit rujukan dengan berbagai pertimbangan. Diantaranya kondisi geografis, serta rujukan yang sekarang menggunakan sistem aplikasi.

“Gedung Ponek berfungsi sebagai tempat pelayanan ibu melahirkan. Fasilitas kesehatan dan jumlah ruangan digedung baru ini lebih memadai dari sebelumnya” ungkapnya.

Kemudian gedung Picu Nicu, merupakan gedung yang dikhususkan untuk penanganan bayi yang mengalami gangguan kesehatan paska dilahirkan. Pelayanan ini terbilang baru RSUD Pasangkayu.

BACA JUGA:  BNPT - FKPT Sulbar Gelar Smart Bangsaku Bersatu Indonesiaku

Tahun mendatang, sebut Welly, pihaknya juga merencanakan melakukan penambahan tiga dokter spesialis, yakni, dokter kandungan, dokter anestesi, dan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

” Kami sudah membangun kerjasama dengan pihak Unhas (Universitas Hasanuddin.red) untuk menyediakan tiga dokter spesialis. Mereka telah merespon. Saat ini RSUD telah memiliki delapan dokter sepesialis dan delapan dokter umum” pungkasnya.(*)