Penutupan Rekening Dormant Susahkan Masyarakat, Sekprov Sulsel Minta PPATK Lebih Fokus Bongkar Bandar Judol
- account_circle Dhamar
- calendar_month Jum, 8 Agu 2025
- comment 0 komentar

Sekprov Sulsel, Jufri Rahman. (ist)
Jika berkaitan dengan judol, Jufri merasa ada bandar besar yang lebih baik dikejar dibanding menyulitkan rakyat. “Hentikan itu, tidak usaha (Pembekuan rekening tidak aktif),” tegas Jufri.
“Indonesia sudah cukup susah, jangan lagi cari kesulitan lain. Kenapa selalu warga dicurigai sebagai rakyat judol. Kenapa bukan bandarnya yang buat orang berjudol. Bandarnya pasti lebih banyak, lebih besar,” imbuhnya.
Menurut Jufri, adanya rekening dormant tersebut lantaran masih banyak nasabah tidak memilikil dana berlebihan.
Ia pun membeberkan, pembekuan rekening itu kemungkinan berakibat masyarakat gagal menyelamatkan anggota keluarganya. Sebab tidak bisa menarik uang dari rekeningnya.
“Misalnya ada keluarganya mau ke rumah sakit, merasa ada uangnya Rp 5 juta (di rekening), pas dia tarik, eh dormant. Mesti dia urus lagi dan sebagainya, mati di jalan itu anak, dosa besar PPATK kalau begitu,” ungkapnya. (*)
- Penulis: Dhamar
