Sulbar Bergerak Cepat, Siap Dukung Target Nasional Percepatan Penanganan Sampah

  • Pengelolaan Sampah Berbasis Circular Economy: Mengkaji model ekonomi sirkular yang dapat diimplementasikan di tingkat lokal, mengubah sampah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Circular Economi bisa eksis jika TPS3R, Bank Sampah, TPST, TPA bisa beroperasi terus menerus yang merupakan parameter keberhasilan Pengelolann Sampah.
  • Teknologi Sederhana Pengolahan Sampah Organik: Mengembangkan dan menyosialisasikan teknologi tepat guna yang mudah diterapkan oleh masyarakat untuk mengolah sampah organik, seperti komposting atau pengolahan biogas skala rumah tangga.
  • Kajian Kebijakan Berbasis Data: Melakukan penelitian mendalam untuk merumuskan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif, berdasarkan data ilmiah dan kondisi lapangan.
BACA JUGA:  Pemprov Sulbar Serahkan 66 Sertifikat Merek Dagang untuk Dongkrak Daya Saing UMKM

Selain menggandeng dunia akademisi, DLH Sulbar juga akan mengintensifkan gerakan masyarakat peduli sampah. Edukasi dan sosialisasi akan menjadi kunci utama dalam upaya ini.

“Kami akan lebih masif lagi mengedukasi masyarakat, terutama di tiga lokasi utama: sekolah, pasar, dan kawasan pesisir,” tutur Zulkifli.

Pihak DLH Sulbar menyadari bahwa perubahan perilaku masyarakat adalah tantangan terbesar. Oleh karena itu, edukasi mengenai pemilahan sampah dari sumber akan diperluas dengan menggandeng berbagai komunitas lingkungan yang telah aktif di Sulbar.

BACA JUGA:  Kedisiplinan Jadi Sorotan: Kabag Persidangan Tekankan Pentingnya Tepat Waktu dalam Apel Pagi Sekretariat DPRD Sulbar

“Dengan kerja sama ini, kami berharap kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilah dan mengelola sampah bisa meningkat. Kami yakin, dengan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, target nasional percepatan penanganan sampah bisa kita capai bersama-sama di Sulbar,” tutupnya. (Rls)