“Tapi karena kepandaian dan kecepatan para passandeq itu, mereka mampu melawan angin. Ini bukti bahwa mereka memang pantas dikasih apresiasi,” lanjutnya.
SDK juga menyoroti dinamika menarik selama lomba, di mana beberapa tim yang sebelumnya tidak diunggulkan justru mampu tampil mengejutkan dan keluar sebagai juara etape terakhir.
“Sandeq yang tadinya kita unggulkan, ternyata ada yang tidak diunggulkan tiba-tiba menjadi juara di etape ini. Tapi yang menarik, Sandeq yang nama saya ada di layarnya, tetap juga juara,” kata SDK sambil tersenyum.
Kehadiran Wamenpar Ni Luh Enik Ermawati juga menjadi sorotan tersendiri. Selain menyaksikan lomba, kunjungan ini bernuansa emosional karena sebelumnya ia sempat mengunjungi Tommo, Kabupaten Mamuju, wilayah yang pernah menjadi tempat tinggal masa kecilnya saat mengikuti program transmigrasi bersama keluarga. Ia menetap di sana hingga usia 7 tahun sebelum kembali ke Bali.
Rangkaian Sandeq Silumba 2025 akan ditutup malam hari melalui seremoni resmi di Ballroom Hotel Maleo Mamuju. Dalam acara tersebut, Wamenpar bersama Gubernur Sulbar dan Bupati Mamuju dijadwalkan menyerahkan hadiah dan medali kepada para juara, termasuk penghargaan untuk Juara Umum.