GPM Pemprov Sulbar, Masyarakat dan Daerah Rasakan Manfaatnya
- account_circle Dhamar
- calendar_month Sen, 8 Sep 2025
- comment 0 komentar

“Memang sampai saat ini beras itu dalam lima bulan terakhir ini mengalami kenaikan tapi alhamdulillah sedikit demi sedikit walaupun tidak menurun secara derastis, terutama beras medium itu sekitar 5 persen kemudian begitu juga beras premium sudah terjadi penurunan walaupun tidak drastis,” bebernya.
Waris juga menyampaikan penurunan harga beras ini juga dipengaruhi terhadap disalurkannya beras SPHP.
“Beras SPHP dari Bulog ini bukan hanya di didistribusi di pasar- pasar atau di RPK-RPK binaan bulog tapi juga didistribusi oleh aparat kepolisian dari TNi terlibat dalam memasarkan bagaimana menyalurkan beras SPHP itu ke masyarakat sampai kepada tingkat-tingkat desa,” ungkapnya.
“Harapan kita dengan tersalurkannya beras SPHP dari Bulog ini harga beras itu semakin turun. Apalagi target pemerintah itu beras SPHP ini sampai dengan drsember ini itu 1,3 juta ton, nah ini baru srkitar 3 ratusan lebih yang sudah tersalur, mudah-mudahan Bulog masih tetap menyerap gabah dari masyarakat kemudian beras SPHP tetap tersalurkan,” harapnya.
Selain itu, ketersedian beras yang ada di Bulog juga terpenuhi, itu polman saja kurang lebih 19.000 ton kemudian gudan bulog Mamuju sekitar 4 juta ton lebih.
“Kemudian harga-harga komoditas seperti bawang, cabe masih stabil dan stoknya masih tersedia, kemudali telur karena ini merupakan momentum maulid jadi ada sedikit kenaikan, tetapi dengan adanya Gpm berdasarkan petunjuk bapak Gubernur maka kita ada dispensasi kalau harga beras medium itu 20 sampai 30 persen, begitu juga telur, jadi gerakan pasar murah yang kami lakukan itu dibawa dari harga pasar,” tandasnya. (Rls)
- Penulis: Dhamar
