Dari Dialog ke Aksi, Gerakan Sulbar Mandarras Diperkuat di Festival Literasi Majene
- account_circle Dhamar
- calendar_month Sen, 6 Okt 2025
- comment 0 komentar

“Mulai dari diksi dan regulasi, hingga rencana aksi, model kolaborasi, serta metode monitoring dan evaluasi program, semua mendapat kontribusi positif dari para peserta dialog,” ujar Mustari.
Semangat untuk melampaui wacana dan segera bertindak menjadi pesan kunci yang mengemuka. Kang Maman Suherman, tokoh literasi nasional, dalam pernyataannya yang inspiratif menekankan, “Gerakan Literasi itu bukan hanya sebatas diksi, narasi, dan regulasi. Yang paling penting adalah aksi.” Pernyataan ini menjadi penegas bahwa keberhasilan gerakan akan diukur dari implementasi nyata di lapangan.
Festival Literasi Assamalewuang tidak hanya berisi dialog, tetapi juga diisi dengan sejumlah kegiatan lain seperti Anugerah Literasi bagi para pemerhati dan penggiat, Jalan Santai, serta Bazar dan Pameran UMKM.
Ragam acara ini merupakan bagian dari Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yang menegaskan peran perpustakaan sebagai pusat kegiatan komunitas dan penggerak ekonomi.
Melalui festival ini, Gerakan Sulbar Mandarras tidak hanya menggema, tetapi mulai dirajut menjadi sebuah aksi kolektif untuk memajukan tanah Mandar dan Sulawesi Barat secara keseluruhan. (Rls)
- Penulis: Dhamar
