Festival Literasi Sulbar Resmi Dibuka, Gubernur Sulbar Tekankan Gerakan “Mandarras” untuk Generasi Emas 2045
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Kam, 20 Nov 2025
- comment 0 komentar

Selain itu, pemerintah berkoordinasi dengan berbagai perguruan tinggi untuk melaksanakan KKN Tematik Literasi di seluruh Sulbar. Upaya tersebut mendapat dukungan Perpustakaan Nasional RI. Suhardi Duka juga memotivasi masyarakat untuk menulis sebagai bagian dari penguatan literasi.
“Tulis saja apa yang ada di sekitarmu. Tidak ada orang bisa menulis tanpa membaca lebih dahulu. Dengan banyak membaca, kita bisa berpendapat dan menulis lebih baik,” ungkap Suhardi Duka.
Ia juga menuturkan bahwa dirinya dahulu selalu menghasilkan satu tulisan setiap kali bepergian dengan pesawat, yang kemudian dimuat di berbagai media di Sulbar. Suhardi Duka menjelaskan, kebijakan literasi adalah investasi jangka panjang menuju generasi emas Sulbar pada 2045.
Ia juga menyampaikan kondisi pembangunan Sulbar selama 10 tahun terakhir yang penuh tantangan: pertumbuhan ekonomi di bawah nasional, APBD kecil, kemiskinan tinggi, dan kasus stunting yang masih besar. Namun pada 2025, Sulbar mulai menunjukkan perbaikan signifikan.
“Triwulan ketiga 2025, pertumbuhan ekonomi Sulbar sudah berada di peringkat lima nasional. Ini baru sebagian kecil kebijakan yang bergerak. Jika berjalan menyeluruh, ekonomi bisa tumbuh hingga 7–8 persen,” tegasnya.
Suhardi Duka juga menyinggung pentingnya persetujuan pemerintah pusat terkait perubahan tata ruang. Saat ini, 68 persen wilayah Sulbar merupakan kawasan hutan, sehingga ruang budidaya menjadi sangat terbatas.
“Kami ingin 46 persen jadi kawasan budidaya. Bukan untuk merusak, tapi memberi ruang pembangunan. Kita menjaga kawasan hutan, tapi karbon yang kita hasilkan juga harus dihargai,” tutur Suhardi Duka.
Ia menutup sambutan dengan harapan agar pemerintah pusat lebih banyak memberikan dukungan program untuk Sulbar. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
