Gubernur Sulbar Dorong “Bulan Mamase” Masuk Event Nusantara
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Sen, 6 Apr 2026
- comment 0 komentar

Menurutnya, tidak semua budaya harus “disimpan”. Ada yang bisa ditampilkan dan bahkan memiliki nilai jual, seperti tarian tradisional.
“Kalau ditampilkan di luar daerah, itu bisa bernilai ekonomi. Budaya bisa tetap dijaga, tapi juga bisa memberi manfaat,” ujarnya.
Ia juga mendorong pengembangan hilirisasi produk lokal Mamasa, mulai dari kopi, markisa, hingga nenas.
“Kopi Mamasa jangan dijual mentah. Harus sudah dalam bentuk bubuk, dikemas bagus, punya merek,” katanya.
Ia bahkan melempar gagasan branding “kopi gubernur” untuk kopi robusta khas Mamasa, lengkap dengan kemasan menarik agar memiliki daya saing.
Tak hanya itu, ia menyoroti potensi nenas yang produksinya meningkat namun harganya masih rendah. Menurutnya, pengolahan menjadi produk turunan seperti selai bisa meningkatkan nilai jual secara signifikan.
“Kalau diolah, nilai tambahnya bisa berkali lipat. Ini yang perlu didorong,” pungkasnya.
Bupati Mamasa, Welem Sambolangi dalam laporannnya menyampaikan bahwa event bulan Mamasa telah menjadi event tahunan yang telah ditetapkan dalam pemerintahanya bersama dengan Wakilnya H. Sudirman.
Kata dia, tujuan dari event bulan Mamase sebagai upaya untuk melestarikan dan menjaga kearifan lokal yang mash terjaga di daereah berjuluk Bumi Kondosapata Wai Sapalelean itu. J
Event bulan Mamase digelar mulai dari tanggal 6 hingga 30 April 2026 mendatang. Kurang lebih 48 UMKM lokal dilibatkan. Hal itu sebagai upaya untuk mendorong dan meningkatkan perekonomian rakyat secara khusus UMKM dan usaha-usaha kecil.
“Dan kami juga membuka ruang bagi usaha-usaha kecil lainnya di sepanjang Jalan Poros di depan sampai tanggal 30 April yang akan datang. Mohon maaf kami memberi prioritas UMKM lokal Mamasa,”ujarnya.
Event bulan Mamasa juga dijadikan sebagai momentum silaturahmi dan momentum para diaspora pulang kampung untuk berbagi dan saling menopang secara khusus dalam menggerakkan nilai-nilai kegotong royongan dalam bingkai keluarga besar sebagai orang-orang Mamasa. Serta sebagai momentum promosi para wisata Mamasa dan juga promosi potensi sumber daya alam Mamasa.
“Harapan kami dalam event Bulan Mamase yang merupakan event tahunan yang senantiasa akan kita kerjakan kita laksanakan setiap tahun mohon dukungan dari Bapak Gubernur Provinsi Sulawesi barat dari Dinas Kebudayaan, Dinas Perwisata sehingga betul-betul event Bulan Mamasa bukan hanya milik orang Mamasa tapi akan menjadi milik Indonesia, bahkan dunia sekalipun,” pungkasnya. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
