Resmikan Kantor Taspen Mamuju, Gubernur Suhardi Duka Promosikan Udara Bersih dan Komoditas Unggulan
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

“Kami melakukan mitigasi lingkungan dengan baik. Kawasan lindung tetap dipertahankan dan terumbu karang juga terus dijaga. Karena itu kualitas lingkungan dan udara di daerah ini masih sangat baik,” jelasnya.
Selain sektor lingkungan, SDK menegaskan bahwa perekonomian Sulawesi Barat ditopang oleh sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan yang menyumbang sekitar 47 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Menurutnya, komoditas unggulan seperti kakao, kopi, dan minyak sawit mentah (CPO) sangat diuntungkan ketika harga komoditas dunia meningkat.
“Kalau orang Jakarta khawatir dolar naik, kami justru berharap nilai dolar berpengaruh atas komoditas kami yang masuk daftar ekspor dan mengikuti harga dunia. Harga kakao yang sebelumnya sekitar Rp60 ribu per kilogram kini sudah mencapai sekitar Rp80 ribu. Begitu juga sawit dan komoditas lainnya,” katanya.
SDK juga menepis anggapan yang menyebut Sulawesi Barat sebagai daerah miskin.
“Saya tidak bisa menerima kalau Sulbar disebut miskin. Sulbar ini kaya. Yang miskin itu pemerintahnya,” ujarnya berseloroh.
Di akhir sambutannya, Gubernur Sulbar membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dengan PT Taspen.
“Jika ada hal-hal yang bisa dikerjasamakan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, kami siap memberikan dukungan. Terima kasih kepada Pak Dirut dan seluruh jajaran direksi yang telah hadir dan bersama-sama membangun pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Barat,” tutupnya.
Peresmian kantor baru Taspen Mamuju tersebut diharapkan semakin meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta Taspen di Sulawesi Barat sekaligus menjadi simbol bangkitnya fasilitas pelayanan publik pascabencana gempa yang melanda daerah itu pada 2021 lalu. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
