Pemprov Sulbar Kaji Penundaan Operasional Sekolah Rakyat Demi Keselamatan dan Kenyamanan Siswa
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Junda Maulana menegaskan, apabila pembelajaran dimulai saat masih terdapat pekerjaan konstruksi, maka proses tersebut tidak boleh mengganggu kegiatan belajar mengajar maupun membahayakan keselamatan para siswa.
“Jangan sampai anak-anak sudah berada di dalam, tetapi masih terganggu oleh pekerjaan pembangunan. Yang paling penting juga jangan sampai ada risiko keselamatan akibat aktivitas proyek,” tegas Junda Maulana.
Selain kesiapan gedung, Pemprov Sulbar juga mengevaluasi kesiapan tenaga pendukung, mulai dari guru, tenaga kependidikan, juru masak, petugas laundry hingga petugas kebersihan yang akan mendukung operasional Sekolah Rakyat.
Menurut Junda Maulana, seluruh aspek tersebut harus dipastikan siap sebelum sekolah mulai menerima siswa. Sebagai tindak lanjut, Pemprov Sulbar menjadwalkan rapat evaluasi kembali pada 21 Juli 2026 untuk menerima laporan kesiapan seluruh perangkat pendukung. Selanjutnya, pada 23 Juli akan dilakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kondisi bangunan.
Jika seluruh persyaratan telah terpenuhi dan mendapat persetujuan dari kementerian, siswa beserta tenaga pendidik ditargetkan mulai masuk pada 31 Juli 2026. Namun apabila belum disetujui, operasional Sekolah Rakyat akan ditunda hingga pembangunan selesai sepenuhnya.
“Kalau disetujui kementerian, mekanismenya seperti itu. Tetapi kalau tidak, maka kita akan menunda sampai bangunan benar-benar rampung,” tuturnya. (Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
