Transformasi Ekonomi Pesisir: Kepala DKP Sulbar Bawa Visi Industri Rumput Laut Berkelanjutan ke Forum Internasional
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Strategi Akselerasi: Digitalisasi dan Visi Ekonomi Sirkular
Safaruddin memaparkan langkah edukatif dan inovatif melalui model integrasi yang komprehensif :
– Digitalisasi & Monitoring: Pemanfaatan integrasi citra satelit PlanetScope dan drone untuk memantau kondisi oseanografi secara presisi.
– Visi Ekonomi Sirkular: Mengolah limbah menjadi pupuk organik (biostimulan) dan memproses rumput laut mutu rendah menjadi bioplastik ramah lingkungan.
– Regulasi & Kebijakan: Memanfaatkan riset untuk memperkuat tata ruang wilayah pesisir (RZWP3K) dan memfasilitasi sistem resi gudang agar pembudidaya memiliki posisi tawar yang lebih kompetitif.
Agenda Strategis dalam Forum PAIR 2026
Safaruddin dijadwalkan menjadi narasumber dalam Panel Expert Talk Show bertema “Industri Rumput Laut Berkelanjutan” pada Selasa, 21 Juli 2026, pukul 11.00-11.45 WITA. Selain itu, ia akan terlibat aktif dalam dua sesi kunci lainnya :
– Special Session: Mengikuti Research Advisory Panel Meeting pada Selasa, 21 Juli pukul 15.00-17.00 WITA untuk memberikan arahan strategis masa depan program PAIR.
– Parallel Session: Bertindak sebagai discussant dalam Science to Policy Forum pada Rabu, 22 Juli, untuk memberikan masukan langsung terhadap draf ringkasan kebijakan (policy briefs) terkait sektor Circular Economy.
Program PAIR Sulawesi merupakan kolaborasi penelitian bilateral yang didanai oleh Pemerintah Australia (DFAT) dan Pemerintah Indonesia (Kemendiktisaintek & LPDP), yang melibatkan 180 peneliti dari 19 universitas. Kehadiran Safaruddin diharapkan dapat memastikan bahwa hasil riset ini memiliki relevansi kebijakan yang kuat serta memberikan dampak nyata bagi 23.000 rumah tangga pembudidaya di Sulawesi Barat. (rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
