Kukuhkan Pengurus BWI Sulbar, Suhardi Duka Dorong Wakaf Lebih Produktif untuk Kemaslahatan Umat
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Suhardi Duka menegaskan bahwa wakaf perlu terus didorong agar tidak hanya dipahami sebagai ibadah personal, tetapi juga memiliki dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi teladan sekaligus momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Sulawesi Barat dalam berwakaf, khususnya melalui lembaga resmi yang memiliki tata kelola dan sistem pengelolaan yang akuntabel.
Safaruddin: Wakaf Harus Dikelola secara Profesional dan Memberi Manfaat
Sebagai salah satu pengurus yang mendapat amanah pada Divisi Pengelolaan dan Pengembangan Wakaf, Kepala DKP Sulbar Safaruddin, S.DM menyampaikan komitmennya untuk ikut berkontribusi dalam memperkuat pengelolaan wakaf di Sulawesi Barat.
“Amanah ini tentu menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Wakaf bukan hanya bagaimana menghimpun atau menyerahkan harta, tetapi bagaimana mengelolanya secara profesional sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” turur Safaruddin.
Menurutnya, pengelolaan wakaf membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga keagamaan, dunia usaha, perbankan syariah maupun masyarakat. Dengan tata kelola yang baik, potensi wakaf dapat dikembangkan menjadi aset produktif yang mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap ke depan potensi wakaf di Sulawesi Barat dapat dikelola dan dikembangkan secara lebih optimal, transparan dan produktif. Tentu diperlukan sinergi semua pihak agar wakaf benar-benar hadir sebagai salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.
Dorong Transformasi Wakaf di Sulawesi Barat
Setelah rangkaian pengukuhan dan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bertema “Transformasi Wakaf” yang menghadirkan narasumber dari BWI Pusat.
Diskusi tersebut menjadi ruang edukasi bagi para peserta untuk memahami perkembangan pengelolaan wakaf, termasuk pentingnya transformasi dari pola pengelolaan wakaf yang bersifat konvensional menuju pengelolaan yang lebih profesional, produktif, transparan dan berorientasi pada kemaslahatan.
Pengukuhan Pengurus Perwakilan BWI Provinsi Sulawesi Barat masa jabatan 2026–2029 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem perwakafan di Sulawesi Barat. Dengan dukungan pemerintah, lembaga keagamaan, instansi vertikal dan masyarakat, wakaf diharapkan tidak hanya menjadi amal jariyah, tetapi juga mampu menjadi kekuatan ekonomi sosial yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang. (rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar

