Tokoh Adat dan Gereja Gelar Perayaan 100 Tahun Masuknya Injil ke Tanah Kalumpang
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 2 jam yang lalu

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Sulbar Suhardi Duka, Bupati Mamuju Sutinah Suhardi dan sejumlah tokoh lainnya saat menghadiri perayaaan 100 tahun injil masuk di tanah Kalumpang, 2 November 2026. --Chalid/Ekspos s Sulbar.
“Kami ingin mengenang orang tua dan leluhur sebagai tokoh adat yang mempertahankan budaya pada masa penerimaan Injil masuk Tanah Kalumpang. Melalui seni dan budaya, kami ingin menunjukkan bahwa adat dan iman dapat berjalan selaras,” jelasnya.
Tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, perayaan satu abad Injil ini juga menghadirkan pameran kebudayaan masyarakat Kalumpang. Menurut Amri, kegiatan tersebut memiliki arti strategis untuk memperkenalkan identitas Kalumpang kepada masyarakat luas.
Selama ini, wilayah Kalumpang berada di antara dua kawasan budaya besar, yakni Toraja dan Mamasa, sehingga kekhasan sejarah dan kebudayaannya dinilai belum mendapatkan ruang pengenalan yang memadai.
“Kami ingin mengangkat citra kebudayaan orang Kalumpang. Kami diapit oleh dua suku yang sangat besar, yaitu Toraja dan Mamasa. Karena itu, terkadang identitas Kalumpang tenggelam dalam euforia kekuatan dua budaya tersebut,” ungkap Amri.
Melalui pameran seni dan budaya ini, panitia berharap masyarakat semakin mengenal bahwa Kalumpang memiliki sejarah, tradisi, dan karakter kebudayaan tersendiri yang patut dihargai serta dilestarikan.
Selain itu, sejumlah perlombaan olahraga, kesenian berbasis budaya, dan kegiatan kerohanian juga digelar untuk melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.
Amri menegaskan, keseluruhan rangkaian kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi perayaan seremonial, melainkan bagian dari upaya merawat sejarah, mengembangkan kehidupan keagamaan, dan menjaga kebudayaan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami berharap nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan satu abad ini dapat menjadi sarana pemersatu masyarakat di tengah kehidupan yang majemuk,” tutupnya. (ka/*)
- Penulis: Ekspos Sulbar

