ekspossulbar.com, MAJENE – Mungkin masih banyak masyarakat yang masih awam dan tidak tahu menahu apa sebab musababnya sehingga Aliansi Masyarakat Majene (AMM) melakukan aksi demo besar-besaran hingga ingin melengserkan Gubenur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM).
Begini ceritanya menurut versi inisiator aksi AMM Muhammad lrfan Syarif.
1. Perlu diketahui bahwa Mubadala Petrolium anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Mubadala Development Company, dana sovereign wealth dari pemerintah Abu Dhabi mengoperasikan lapangan Ruby di Pulau Sebuku dan sudah eksplorasi sejak tahun 2014. Sekarang sisa menunggu administrasi yang diperkirakan akan selesai tahun ini jika tidak terkendala persetujuan permintaan minat antara Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kota Baru juga Sulawesi Barat (Sulbar) dan Majene.
2. Jika point kedua sudah selesai selanjutnya kontrak antara semua pihak dalam Blok Sebuku ini akan dilanjutkan.
3. Dalam proses ini, Peraturan Daerah (Perda) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) penerima sudah selesai dan Perda BUMD pengelola juga harus telah selesai disahkan.
4. Kemudian setelah itu, oleh Mubadala Petrolium harus membuat Iaporan keuangan kepada Kementrian Keuangan untuk menghitung hasil yang mengacu pada UU No 22 tentang Migas tahun 2002.
5. Hasil yang dimaksud akan dilaporkan dan dibagikan sesuai yang telah disepakati sebelumnya.
6. Atas semua proses ini, kita tidak bisa membiarkan Gubernur ABM tidak mengacu pada aturan yang ada.