News  

Angka Perkawinan Anak dan Dewasa di Indonesia Alami Penurunan Signifikan

Ilustrasi perkawinan anak di Indonesia. --net--

EKSPOSSULBAR.CO.ID, JAKARTA – Angka perkawinan anak di Indonesia menunjukkan tren penurunan signifikan dalam tiga tahun terakhir, berkat upaya sistematis yang dilakukan pemerintah melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS).

Program ini dilaksanakan secara masif di sekolah dan madrasah dengan melibatkan penyuluh agama, petugas Kantor Urusan Agama (KUA), serta berbagai organisasi mitra yang bergerak di bidang ketahanan keluarga dan perlindungan anak.

Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag), jumlah pasangan menikah di bawah usia 19 tahun tercatat sebanyak 8.804 pada tahun 2022. Angka tersebut menurun menjadi 5.489 pasangan pada 2023, dan kembali turun menjadi 4.150 pasangan pada 2024.

BACA JUGA:  Disbun Sulbar Hadiri Evaluasi Perpanjangan HGU PT Unggul Widya Teknologi Lestari

Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, penurunan ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil intervensi edukatif yang terencana.

“Melalui BRUS, kami memberikan pemahaman kepada remaja tentang pentingnya kesiapan mental, emosional, dan sosial sebelum menikah,” ujar Abu Rokhmad, Jumat (18/7/2025), dikutip dari indonesia.go.id.

Kementerian Agama juga mencatat meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap risiko perkawinan usia dini, seperti tingginya potensi perceraian, masalah kesehatan reproduksi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan stunting pada anak.

BACA JUGA:  Kapolda Sulbar Lepas Kepergian Irjen Pol Adang Ginanjar dengan Penghormatan Terakhir

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Ini tugas kolektif antara sekolah, orang tua, tokoh agama, dan masyarakat. Ketahanan keluarga harus dibangun sejak dari hulu,” tegas Abu Rokhmad.

Selain perkawinan anak, penurunan angka pernikahan secara umum juga menjadi sorotan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pernikahan pada 2023 tercatat sebanyak 1.577.255 pasangan, turun sekitar 128.000 dari tahun sebelumnya. Selama satu dekade terakhir, angka pernikahan nasional bahkan turun drastis hingga 28,63 persen.

BACA JUGA:  Antusias Ribuan Warga dalam Sandeq Silumba 2025, SDK: Ini Warisan Budaya dan Simbol Kejayaan Pelaut Mandar