Gerakan Pencegahan OPT di Tommo, Pemprov Sulbar Perkuat Perlindungan Tanaman Padi
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU — UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Gerakan Pencegahan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) penyakit blas, kresek, dan bercak daun coklat di Desa Tamemongga, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan dilaksanakan pada pertanaman padi varietas Inpari 337 umur 32 Hari Setelah Tanam (HST) yang dikelola Kelompok Tani Sipatuju I dan Sipatuju II. Gerakan pencegahan ini merupakan langkah antisipatif untuk melindungi hamparan pertanaman padi seluas 80 hektare dari potensi serangan OPT yang dapat menurunkan produktivitas tanaman.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan Kepala LPHP Wilayah I Salugatta bersama staf, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Babinsa, dan petani setempat. Pada tahap awal, pengendalian dilakukan pada areal seluas 10 hektare menggunakan Agens Pengendali Hayati (APH) Paenibacillus polymyxa yang diproduksi LPHP Wilayah I Salugatta.
Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, hingga saat ini belum ditemukan gejala serangan penyakit blas, kresek maupun bercak daun coklat, sehingga luas serangan tercatat nihil.
Kepala LPHP Wilayah I Salugatta, Sukri, mengatakan bahwa upaya pencegahan sejak dini sangat penting untuk menjaga kesehatan tanaman pada fase pertumbuhan awal. Menurutnya, penggunaan APH Paenibacillus polymyxa diharapkan mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit sehingga produksi padi dapat tetap optimal.
Sementara itu, Kepala UPTD BPTPH Sulbar, Ritje Rombe K, menegaskan pentingnya sinergi antara petugas lapangan, penyuluh, dan petani dalam menjaga produktivitas pertanian.
- Penulis: Ekspos Sulbar
