Dinas Pangan Sulbar Olah dan Analisis Data FSVA, Perkuat Indeks Ketahanan Pangan
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 30 menit yang lalu

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan Pengolahan dan Analisis Data Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) selama dua hari, 7–8 September 2026, di Aula Kantor Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kualitas data sebagai dasar perencanaan pembangunan ketahanan pangan di Sulawesi Barat.
Kegiatan tersebut sejalan dengan Pancadaya pembangunan Sulawesi Barat yang diusung Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian lingkungan hidup, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas. Penguatan data pangan melalui FSVA dinilai penting untuk memastikan kebijakan pembangunan pangan berjalan tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Agus. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengolahan dan analisis data FSVA sebagai instrumen untuk menggambarkan kondisi ketahanan dan kerawanan pangan di wilayah Sulawesi Barat.
Menurut Agus, kualitas data FSVA memiliki peran strategis karena menjadi salah satu indikator yang digunakan dalam menentukan Indeks Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat. Karena itu, setiap data yang digunakan harus akurat, selaras, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Data FSVA sangat penting karena menjadi salah satu indikator dalam menentukan Indeks Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat. Karena itu, proses pengolahan dan analisis data harus dilakukan dengan teliti agar data yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi pangan di daerah,” ujar Agus.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengolahan dan penyelarasan berbagai data yang dikirimkan oleh instansi terkait. Data tersebut kemudian diinput dan dianalisis sebagai bahan penyusunan FSVA Provinsi Sulawesi Barat.
Sejumlah data produksi pangan pokok menjadi bagian penting dalam proses analisis, di antaranya produksi beras, jagung, ubi kayu, ubi jalar, dan pisang. Data tersebut digunakan untuk melihat kondisi ketersediaan pangan di wilayah Sulawesi Barat.
- Penulis: Ekspos Sulbar

