BPBD Sulbar Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla dan Kekeringan, Distribusi Air Bersih di Mamuju Tengah Terus Berlanjut
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month 1 jam yang lalu

EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat pemantauan dan upaya penanganan dampak kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sulawesi Barat.
Berdasarkan laporan situasi hingga pukul 17.00 WITA Jumat, 23 Oktober 2026, tidak terdapat peningkatan data kejadian karhutla maupun kebakaran permukiman, sementara distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak masih terus dilakukan secara intensif, khususnya di Kabupaten Mamuju Tengah.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan bahwa pemantauan kondisi lapangan dan perkembangan kualitas udara menjadi bagian penting dalam upaya melindungi masyarakat dari dampak kekeringan, kebakaran, dan kabut asap.
Langkah tersebut dilaksanakan sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, serta Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, agar penanganan bencana dilakukan secara terkoordinasi, responsif, dan berorientasi pada keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat.
“Walaupun berdasarkan laporan hingga Jumat sore belum terdapat peningkatan data kejadian karhutla dan kebakaran permukiman, kewaspadaan tetap harus dipertahankan. Kami terus mendorong pemantauan kondisi wilayah, perhatian terhadap kualitas udara, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujar Yasir Fattah.
Berdasarkan laporan situasi kualitas udara per 23 Oktober 2026 pukul 17.00 WITA, kondisi kualitas udara di Sulawesi Barat menunjukkan dua kategori.
Pertama, kategori sedang, yang mencakup seluruh wilayah Kabupaten Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Tengah, Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Majene.
Kedua, kategori tidak sehat, yang terpantau di wilayah Kabupaten Mamasa bagian tengah hingga selatan serta Kabupaten Polewali Mandar bagian tengah hingga utara.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan pemantauan dan penyampaian informasi kepada masyarakat. BPBD Sulbar mengimbau warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk, menggunakan masker ketika terpapar asap atau debu, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan.
Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran dan memperburuk kualitas udara.
- Penulis: Ekspos Sulbar

