Oleh: Mursyid (Pemerhati Demokrasi)
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020 Tinggal menghitung bulan, masing-masing bakal calon kandidat semakin mengencangkan lobinya untuk meraih rekomendasi partai agar dapat dijadikan syarat pendaftaran di KPU nantinya. Selain sebagai syarat, tentunya sebagai Kekuatan dan motor penggerak pada perhelatan ke depannya. Karena partai memiliki penggerak terstruktur hingga ke tingkatan desa.
Dinamika perebutan rekomendasi partai Oleh masing-masing bakal calon sudah mulai terlihat, dengan adanya klaim mengklaim oleh oknum masing-masing kubu melalui medsos. Meski hingga saat ini belum ada yang final memiliki rekomendasi pasangan bakal calon.
KONSENTRASI DUA ARAH
Pada perhelatan yang semakin hari makin mendekat, masing-masing Bakal Calon Kepala daerah membutuhkan energi yang super extra. Hal demikian diakibatkan belum finalnya pasangan masing-masing, masih saling cari Kecocokan secara personal (Chemistry). Ditambah lagi dengan loby lintas partai untuk mendapatkan selembar kertas sakti yakni rekomendasi pengusungan. Hampir semua daerah yang akan berpilkada di Sulawesi Barat terjadi demikian, terkecuali petahana yang berpasangan kembali dengan wakilnya.
Gambaran tersebut di atas meruapakan hal yang unik dalam perhelatan pada Periode ini, berbeda dengan periode sebelumnya masing-masing pasangan bakal calon telah mendeklarasikan diri berpasangan, setelah itu baru tancap gas meloby partai. Entah bisa saja ini bagian dari trik politik masing-masing bakal calon sengaja masih mensamarkan pasangannya, begitupula sebaliknya sudah ada yang mencoba mempasang-pasangkan fotonya untuk melihat respon publik. Intinya semua masih dinamis.
DILEMA PARTAI TINGKAT DAERAH