Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lifestyle » Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan Insomnia

Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan Insomnia

  • account_circle Ekspos Sulbar
  • calendar_month Rab, 6 Jul 2022
  • comment 0 komentar

INSOMNIA adalah salah satu jenis gangguan tidur yang kerap dialami oleh beberapa orang. Penderita insomnia mampu bertahan untuk tidak tidur sepanjang malam meskipun secara fisik tubuhnya lelah. Gangguan tidur ini bisa terjadi dalam jangka pendek, misalnya beberapa hari atau minggu. Namun, bisa juga terjadi dalam jangka panjang, misalnya bulanan atau tahunan.

Mungkin sebagian dari kita pernah mengatasi gangguan tidur ini dengan menonton film melalui layar handphone untuk membantu kita tidur lebih cepat. Dilansir National Center for Biotechnology Information, radiasi yang terdapat pada smartphone, blue light nyatanya hanya akan memperburuk kualitas tidur.

Lalu apa sih insomnia itu? Simak ulasan mengenaI penyebab, gejala, dan dan diagnosisnya!

1. Penyebab

Memiliki gangguan tidur seperti insmonia tentunya membuat kita tidak nyaman. Apalagi jika kita harus melakukan aktivitas yang membutuhkan cukup banyak energi. Gangguan tidur insmonia bisa dialami oleh siapa saja dan berbagai jenjang usia. Dilansir Mayo Clinic, berikut adalah beberapa penyebab insomnia:

  • Stres, menimbulkan efek overthinking pada diri kita, baik tentang pekerjaan, sekolah, maupun kehidupan. Akibat dari stress, otak kita akan terus aktif berpikir meskipun sebenarnya kita tidak ingin memikirkan hal tersebut.
  • Aktivitas bepergian dan jadwal pekerjaan. Ritme sirkadian pada tubuh berfungsi sebagai pengatur jam tidur secara alami. Jika ritme ini terganggu, tentunya hal ini membuat kualitas tidur menjadi buruk. Hal ini juga terjadi ketika kita dihadapkan dengan perbedaan zona waktu atau bekerja hingga larut malam.
  • Bila kamu terlalu banyak makan makanan berat, maka akan membuat tubuh tidak nyaman ketika kita tidur. Merasa mulas dan mengalami asam lambung naik kembali ke arah kerongkongan membuat kita terjaga sepanjang malam.

Selain karena kebiasaan sehari- hari, insomnia juga bisa disebabkan oleh suatu kondisi tertentu, misalnya:

  • Mental Health disorder, seperti anxiety, post- traumatic stress disorder, dan berbagai jenis penyakit mental lainnya.
  • Sedang dalam masa pengobatan, beberapa kandungan obat- obatan berdasarkan resep dari dokter bisa membuat seseorang mengalami gangguan tidur ini.
  • Kondisi medis, seseorang yang menderita diabetes, asma, alzheimer, parkinson dan penyakit berat lainnya.

2. Gejala

Insomnia sering ditandai dengan sulitnya seseorang dalam memasuki waktu tidur malam. Mungkin ada yang mengira bahwa hal tersebut akan hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Mengutip dari Mayo Clinic, gejala utama insomnia meliputi:

  • Sulit tidur saat malam hari
  • Terbangun tengah malam
  • Bangun terlalu cepat
  • Tidak sepenuhnya merasakan istirahat yang cukup meskipun tidur malam
  • Kelelahan berlebihan ketika beraktivitas dan merasa kantuk
  • Sulit fokus dan mudah lupa akan sesuatu
  • Khawatir berlebihan saat mau tidur

Gejala insomnia di atas merupakan segelintir gejala yang bisa diwaspadai jika kamu mengalaminya. Pastikan kamu tidak menyepelekan gejala tersebut meskipun kamu merasakan satu atau dua gejala saja.

3. Diagnosis

Bila kamu merasakan beberapa gejala yang telah disebutkan tadi, ada baiknya kamu segera menemui dokter untuk diperiksa. Mengutip dari Cleveland Clinic ada beberapa cara untuk mendiagnosa gangguan tidur insomnia, diantaranya adalah:

  • Tes darah: Dokter mungkin akan meminta pasien untuk melakukan tes darah untuk mengecek apakah ada masalah tiroid atau kekukarangan zat besi yang menyebabkan gangguan tidur.
  • Membuat diari tidur: Penderita akan diminta untuk menuliskan siklus tidurnya selama kurang lebih 1–2 minggu. Hal ini termasuk waktu tidur malam, waktu bangun, waktu tidur siang, dan lain- lain.
  • Sleep Study: Sleep study adalah suatu rangkaian tes pada fungsi tubuh saat seseorang sedang tidur. Fungsi tubuh yang dimaksud biasanya detak jantung, aktivitas gelombang otak, gerakan mata, oksigen darah, dan gerakan otot.

Tentunya diagnosa di atas dilakukan sesuai dengan tingkatan gangguan tidur yang dialami pasien. Jadi, tidak perlu khawatir ya!

  • Penulis: Ekspos Sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskes Sulbar Koordinasi LP/LS Penguatan Pelayanan Anak Usia Sekolah dan Remaja

    Diskes Sulbar Koordinasi LP/LS Penguatan Pelayanan Anak Usia Sekolah dan Remaja

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Dhamar
    • visibility 45
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, Mamuju — Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Sulawesi Barat (Sulbar), dr Nursyamsi Rahim menghadiri sekaligus menutup kegiatan Koordinasi Lintas Program/Lintas Sektor (LP/LS) dalam Upaya Penguatan Implementasi Pelayanan Anak Usia Sekolah dan Remaja Tingkat Provinsi Sulbar, yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Sulbar di Marannu Golden Hotel, Mamuju, Sabtu (30/8/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk […]

  • Hadiri FGD RAPI, Dinsos Sulbar Tegaskan Komitmen Perkuat Peran dalam Penanganan Pasca Bencana

    Hadiri FGD RAPI, Dinsos Sulbar Tegaskan Komitmen Perkuat Peran dalam Penanganan Pasca Bencana

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 57
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU — Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat (Dinsos Sulbar) turut serta dalam kegiatan Focus Discussion Group (FGD) yang digelar Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 34 Sulbar dengan tema “Adaptive Capacity, Collective Action dalam Mitigasi Pasca Bencana di Kabupaten Mamuju”. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 25 November 2025, di Aula Marasa Corner, Kompleks Kantor […]

  • Perkuat Tata Kelola, BPBD Sulbar Dukung Penuh Langkah Pencegahan Korupsi melalui MCP dan SPI

    Perkuat Tata Kelola, BPBD Sulbar Dukung Penuh Langkah Pencegahan Korupsi melalui MCP dan SPI

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle Dhamar
    • visibility 45
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, Mamuju — Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat (Sulbar) Muhammad Yasir Fattah menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) terkait Program Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi yang terintegrasi dalam Monitoring Center for Prevention (MCP) dan Survei Penilaian Integritas (SPI). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Sekprov Sulbar, Senin (8/9/2025). Rapat ini […]

  • Tinggalkan Swiss, Ridwan Kamil Sekeluarga Dijadwalkan Tiba di Indonesia Hari Ini

    Tinggalkan Swiss, Ridwan Kamil Sekeluarga Dijadwalkan Tiba di Indonesia Hari Ini

    • calendar_month Jum, 3 Jun 2022
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 98
    • 0Komentar

    KOTA BANDUNG — Setelah tujuh hari pencarian Emmeril Kahn Mummtadz alias Eril di Sungai Aare, Swiss, juga berakhirnya masa izin Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan alasan penting dari Kementerian Dalam Negeri, pada hari ini Ridwan Kamil sekeluarga kembali ke Indonesia. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Jabar selaku Juru Bicara dari Pemda Provinsi Jabar […]

  • BPBD Sulbar Perkuat Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Pancaroba

    BPBD Sulbar Perkuat Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Pancaroba

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 86
    • 0Komentar

    EKSPOSSULBAR.CO.ID, MAMUJU – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan pengecekan kendaraan operasional, perahu, serta fasilitas pendukung lainnya, Senin 29 September 2025. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu di masa pancaroba. Pengecekan meliputi kesiapan mesin kendaraan dan perahu, perlengkapan keselamatan, serta peralatan […]

  • Ridwan Kamil Sapa Wisatawan dan Laporkan Angka Kecelakaan Mudik Lebaran 2022 Menurun

    Ridwan Kamil Sapa Wisatawan dan Laporkan Angka Kecelakaan Mudik Lebaran 2022 Menurun

    • calendar_month Jum, 6 Mei 2022
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 116
    • 0Komentar

    KABUPATEN GARUT — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyapa wisatawan saat memantau arus balik Lebaran 2022 di Pos Limbangan Kabupaten Garut, Jumat (6/5/2022). Salah satu wisatawan asal Cigondewah, Kota Bandung, Rifki Ramdani, bercerita bahwa ia bersama keluarga sudah berwisata di Pangandaran. ”Kami dari Pangandaran bakda Magrib kemarin, jam 10 pagi ini baru sampai Limbangan,” ujar […]

expand_less