Bupati Pasangkayu Lepas Ekspor 15.000 MT Minyak Sawit ke China


“ Sekarang pemerintah telah mengembangan bahan bakar Biodiesel (B100) dan telah berhasil di uji coba. Jadi kedepan produk olahan buah sawit tidak perlu di ekspor lagi. Akan di kelola dan dimanfaatkan di dalam negeri. Ini akan menjamin harga sawit tetap stabil” terangnya.


Kepala Badan Karantina Pertanian Ir. Ali Jamil, menyampaikan dengan adanya kegiatan ekspor ini menandakan Pasangkayu dan Sulbar pada umumnya memiliki potensi besar untuk pengembangan tanam perkebunan dan pertanian. Ia berharap dapat memicu eksportir milenial untuk melakukan hal serupa terutama untuk komuditas lainnya. Seperti pisang, kakao, jagung, dan komuditas perkebunan dan pertanian lainnya.


Sehingga semua komuditas perkebunan dan pertanian di Pasangkayu bisa terpasarkan dengan baik. Ini akan berdampak pada meningkatnya minat masyarakat untuk mengembangkan tanaman perkebunan atau pertanian mereka.

BACA JUGA:  Gubernur Sulbar Dorong Penyelesaian Konflik Tapalang Lewat Musyawarah Adat


Pemerintah setempat sambung dia, mesti terus mendorong dan mendukung investor lokal dalam pengembangan usaha mereka. Termasuk menyediakan dan melengkapi segala infrastruktur yang dibutuhkan.


“ Kita bersyukur yang di ekspor bukan lagi CPO nya tapi produk turunannya. Sehingga nilai ekonomisnya sudah lebih tinggi. Harapan kita kedepan dengan adanya hal ini, masyarakat kita semakin sejahtera. Sekarang ini kami mendorong akselerasi ekspor komuditas pertanian disemua wilayah Indonesia. Untuk mewujudkan cita-cita kita, Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045” jelasnya.(has)