Kisa Haru Agustina Jadi Pengrajin Bunga, Setelah 6 Tahun Mengalami Lumpuh

  • Bagikan
Kisa Haru Agustina Jadi Pengrajin Bunga, Setelah 6 Tahun Mengalami Lumpuh

MAMASA ekspossulbar.co.id — Seorang Ibu rumah tangga Agustina (43) jadi pengrajin bunga setelah enam tahun tak bisa jalan kerana lumpuh.

Agustina yang tinggal di Desa Kariango, Kecamatan Tawalian Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat, hanya bisa duduk di kursi roda selama enam tahun.

Penyakit yang di dederita Agustina, berawal semasa muda dulu. Ia sering ke kebun membantu suaminya. Penyakitnya dia rasakan sejak 22 tahun silam

Saat ia merasakan ngilu, Agustina mulai bertobat alternatif di Makassar. Setelah dia mengkonsumsi Obat tersebut, penyakitnya tidak lagi dirasakan.

Namun, kondisi ekonomi yang lemah, Agustina memutuskan untuk berhenti mengkomsumsi obat tersebut.

Saat berhenti mengkomsumsi obat, disitulah Agustina merasakan tak bisa berjalan maupun berdiri. Disitulah Agustina anya bisa duduk dan terbaring.

Beruntung ia mendapat kursi roda bekas dari keluarganya. Kursi roda itu terlihat berkarat dan beberapa bagian sudah patah

Semenjak ia mengalami lumpuh Agustina tinggal bersama ibu kandungnya. Katanya ia lebih memilih di rumah ibu kandungnya sendiri karena ada yang merawatnya.

Yohanis suami Agustina terkadang tak selamanya tinggal di rumah, karena ia juga perlu mencari nafkah untuk kebutuhan keluarganya.

Namun ironisnya, sejak Agustina sakit, ia tak pernah mendapat bantuan dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.

“Saya hanya dapat bantuan program keluarga harapan (PKH) tahun ini,” ungkap Agustina, Minggu (19/9/2021)

Yohanis, suaminya yang hanya bekerja sebagai buruh tani seakan pasrah dengan kondisi itu.

Apalagi saat ini putri tengah menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi.

Akhinya Beberapa bulan lalau, ia tak sengaja menonton video di youtube cara membuat bunga dari kresek bekas, lalu ia mencobanya dan berhasil membuat beberapa bunga.

“Saya berpikir mungkin bisa dijual. Saya coba dan akhirnya bisa,” katanya.

Hanya bermodalkan kresek bekas dan kawat besi, serta pot bunga sebagai dudukan, Agustina mulai mencoba membuat bunga.

Hasilnya lumayan untuk tambahan biaya hidup dan buat tambahan untuk biaya penyelesaian anak semata wayangnya.

Katanya setiap bunga yang dihasilkan dijual mulai Rp.35.000, tergantung tingkat kerumitannya.

Agustina berharap mendapat perhatian dari pemerintah.

“Saya berharap bisa dapat kursi roda dan modal usaha,” harapnya. (Gunawan)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *