Dugaan Penganiayaan Saat Aksi Unjuk Rasa, Naik Ke Tahab Penyidikan
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Kam, 22 Sep 2022
- comment 0 komentar

Foto, Saat Aksi berlangsung di Kantor Bupati Mamasa
Kendati begitu, ia menyarankan agar kasus tersebut diselesaikan secara baik.
“Saya sarankan diselesaikan secara baik, tetapi tergantung kuasa hukum dan pihak keluarga,” kata welem
Menanggapi laporan dugaan penganiayaan itu, Ryan Mewa mengatakan, dirinya memastikan tidak ada pemukulan kepada siapapun saat mengikuti unjuk rasa.
Diakui Ryan, melihat api yang dinyalakan mahasiswa tengah disiram Damkar, ia spontan mematikan mobil tersebut.
“Saya pikir apa kah memadamkan api saat unjuk rasa sudah sesuai SOP, jadi saya spontan matikan mobilnya.
“Saya tidak pernah memukul siapapun, bahkan saya yang ditarik dan hampir dipukul. Ada bukti videonya,” ungkap Ryan Mewa.
Terhadap kasus itu, Kuasa Hukum terlapor, Rudianto mengatakan akan turun langsung mendampingi kasus ini.
Dia mengatakan, ada sebuah video yang menjadi alat bukti dalam perkara tersebut.
Menurut dia, dalam video itu, tidak menunjukkan satu bukti bahwa Ryan Mewa benar melakukan pemukulan.
“Ada videonya, lihat dulu videonya, kalau tidak ada memukul, berarti pelapor membuat laporan atau keterangan palsu,” ungkap Rudyanto.
Dia menjelaskan, jika pelapor tidak bisa membuktikan bahwa Ryan Mewa memukul dan hasil visum bukan akibat pemukulan, maka ia memastikan akan melapor balik.
“Saya akan turun langsung kadi kuasa hukum Ryan Mewa, kalau pelapor tidak bisa membuktikan, maka saya akan lapor balik, memberikan keterangan palsu ini sudah jelas salah,” tegasnya.
Kendati begitu, ia berharap agar kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.
“Kalau mereka mau mempermainkan hukum yah berarti siap menerima risikonya, kalau mau baik yah silahkan hubungi Ryan Mewa bicara baik-baik,” pungkasnya. (*)
- Penulis: Ekspos Sulbar
