“Itu sudah waktunya kepemimpinan PSSI diganti, apalagi sudah ada arahan atau perintah dari FIFA waktunya kepemimpinannya diganti begitu,” tegasnya.
Sugeng pun mengakui, PSSI terlihat acuh dan tidak peduli terhadap rekomendasi FIFA. Bahkan PSSI juga terkesan acuh terhadap penanganan kasus tragedi Kanjuruhan Malang.
Hal itu terlihat dari sikap acuh PSSI setelah Dirut PT. LIB Akhmad Hadian Lukita dibebaskan dari tuntutan hukum.
“Acuh iya, juga karena tidak ada tindakan dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelumnya, juga tidak ada tindakan misalnya direktur LIB malah dilepas masa penahanannya habis. Tidak ada keseriusan Menteri Olahraga sebagai pihak pemerintah mengesankan membiarkan PSSI,” ungkapnya.
Dalam konteks itu, Sugeng mendesak agar Kongres Luar Biasa (KLB) menjadi momentum transformasi yang dimaknai secara total, yakni perombakan organisasi dan kepengurusan di tubuh PSSI.
“Pergantian ketua umum PSSI, penggantian pengurus PSSI semua ya, kemudian menurut saya kongres PSSI ini harus dilakukan secara terbuka. Penyelenggaranya juga melibatkan pemerintah dan juga pihak-pihak seperti pemerhati bola diberi kesempatan untuk terlibatlah,” jelasnya. (lp/*)