Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Berikut Makanan dan Minuman Pemicu Kanker

Berikut Makanan dan Minuman Pemicu Kanker

  • account_circle Ekspos Sulbar
  • calendar_month Ming, 13 Agu 2023
  • comment 0 komentar

Namun, ini bukan berarti kamu tidak bisa makan daging merah sama sekali, ya. Kamu boleh-boleh saja mengonsumsi daging, asalkan jumlahnya dibatasi dan diolah dengan cara yang lebih sehat.

Jumlah konsumsi harian daging merah dan produk olahan daging yang dianjurkan adalah sekitar 70 gram. Sementara itu, metode memasak yang sehat untuk mengolah daging adalah dengan merebus atau mengukusnya.

  1. Makanan dan minuman instan

Penelitian menemukan bahwa makanan instan berpotensi mengandung akrilamida, yaitu bahan yang berpotensi memicu kanker. Akrilamida ini juga dapat terbentuk saat makanan yang kaya karbohidrat (mengandung tepung dan gula), seperti kentang, diolah dengan suhu yang tinggi.

Selain itu, bahan lain yang ditambahkan ke dalam makanan atau minuman instan juga diduga memiliki potensi untuk menyebabkan kanker. Beberapa bahan tersebut adalah:

  • Pemanis buatan

Sebuah studi menyatakan, penggunaan pemanis buatan, terutama aspartam dan acesulfame-K, memiliki kaitan dengan peningkatan risiko kanker. Pemanis buatan ini banyak digunakan pada makanan dan minuman instan, seperti keripik kentang dan minuman bersoda.

  • Bahan pengawet

Sodium benzoat adalah bahan pengawet yang umumnya ditambahkan pada makanan asam dan minuman bersoda. Sodium benzoat dalam minuman ringan dapat bereaksi menjadi benzene jika dipadukan dengan vitamin C. Bahan inilah yang kemudian disebut-sebut sebagai salah satu pemicu kanker.

  • Sodium nitrit

Sodium nitrit adalah zat aditif atau zat tambahan yang biasanya terdapat pada daging yang diawetkan, seperti daging kalengan, sosis, dan ikan asin. Zat ini juga sering digunakan pada sayur fermentasi, seperti sawi asin. Mengonsumsi makanan yang tinggi sodium nitrit diduga dapat memicu kanker lambung.

Oleh sebab itu, mulai sekarang, biasakan untuk membaca label kemasan terlebih dahulu, guna memastikan apakah makanan dan minuman instan yang akan kamu konsumsi mengandung zat-zat di atas atau tidak.

  1. Minuman keras

Saat mengonsumsi minuman keras atau beralkohol, organ hati akan memecah alkohol menjadi senyawa karsinogenik bernama asetaldehida. Senyawa ini juga dapat mengganggu fungsi sistem imun, sehingga tubuh kesulitan untuk membunuh sel-sel prakanker.

Inilah mengapa, terlalu banyak mengonsumsi minuman keras dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker esofagus, kanker payudara, kanker usus, kanker pankreas, serta kanker hati.

Jadi, untuk mengurangi risiko terkena kanker, penting untuk menjauhi makanan dan minuman pemicu kanker di atas, ya. Selain itu, jangan lupa konsumsi makanan bergizi seimbang, berolahraga, berhenti merokok, dan lakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter secara berkala.

Source: alodokter

  • Penulis: Ekspos Sulbar

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembahasan KUA-PPAS Perubahan, TAPD- DPRD Pasangkayu Capai Kesepakatan

    Pembahasan KUA-PPAS Perubahan, TAPD- DPRD Pasangkayu Capai Kesepakatan

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Sekkab Pasangkayu yang juga sebagai Ketua TAPD mengatakan usulan-usulan DPRD terhadap KUA-PPAS Perubahan 2019 telah diakomodir. Ia mengapresiasi pembahasan KUA-PPAS ini berjalan lancar sesuai tahapan yang ada. “ Semua usulan sudah kami akomodir. Jadi tidak ada pergeseran anggaran yang signifikan. Saya mengucapkan terima kasih kepada DPRD Pasangkayu yang telah bekerja keras melakukan pembahasan” sebutnya. (has)

  • Tingkatkan Layanan Dasar, Biro Organisasi Kawal Optimalisasi Kinerja UPTD di Majene

    Tingkatkan Layanan Dasar, Biro Organisasi Kawal Optimalisasi Kinerja UPTD di Majene

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Dhamar
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Senada Irwan Latif, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Nusantara Palipi, Maula Rahmat menjelaskan mengenai kendala UPTD yang dipimpinnya yakni minimnya SDM. “Jumlah pegawai saat ini hanya 2 orang yakni hanya kepala UPTD dan seorang staf pelaksana, sementara pejabat Kasubag Tata Usaha saat ini kosong. Untuk jabatan fungsional, sama sekali tidak ada sehingga pelaksanaan pencapaian target kinerja […]

  • Closing Ceremony PON XXI ACEH-SUMUT Berlangsung Aman dan Meriah

    Closing Ceremony PON XXI ACEH-SUMUT Berlangsung Aman dan Meriah

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Tidak ketinggalan, pertunjukan tari tradisional Aceh-Sumut dengan tema Rayakan Persatuan menyatukan semua yang hadir dalam semangat kebersamaan. Diharap, PON XXI Aceh-Sumut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momen untuk merayakan pencapaian para atlet dari seluruh penjuru Indonesia. (*)

  • Jaga Imun Tubuh, Jajaran BPN Pasangkayu Senam Sehat dan Kerja Bakti

    Jaga Imun Tubuh, Jajaran BPN Pasangkayu Senam Sehat dan Kerja Bakti

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2020
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Usai olah raga bersama, kegiatan selanjutnya penyerahan penghargaan kepada ASN berkinerja terbaik. Penghargaan diserahkan oleh Kepala Kantor BPN Pasangkayu Sukidi. Didampingi oleh Kepala Seksi Pengadaan Tanah Zulkifli Ali. Piagam penghargaan diberikan kepada dua staf BPN Pasangkayu. Sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih Kepala Kantor karena mereka telah bekerja dengan dedikasi yang tinggi. ” Saya minta […]

  • Plh Sekprov Sulbar Dorong Implementasi Efektif Pergub Rencana Penanggulangan Bencana 2025–2029

    Plh Sekprov Sulbar Dorong Implementasi Efektif Pergub Rencana Penanggulangan Bencana 2025–2029

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Dhamar
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Ia juga menyoroti keterlibatan dunia usaha dalam proses penanggulangan bencana. Menurut Junda Maulana, sektor swasta tidak bisa hanya menjadi penonton, melainkan turut berkontribusi dalam pengurangan risiko bencana dan pemulihan ekonomi pasca-bencana. Lebih lanjut, ia mengingatkan, keberhasilan rencana penanggulangan bencana sangat bergantung pada implementasi nyata di lapangan. “Sebaik apa pun dokumen, kalau tidak diimplementasikan, tidak akan […]

  • Prof Basri Hasanuddin Apresiasi Kinerja Pemprov Sulbar: Pertumbuhan 5,83 Persen Bukti Ekonomi Rakyat Bergerak

    Prof Basri Hasanuddin Apresiasi Kinerja Pemprov Sulbar: Pertumbuhan 5,83 Persen Bukti Ekonomi Rakyat Bergerak

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle Ekspos Sulbar
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Prof. Basri juga menekankan pentingnya fokus kebijakan pembangunan agar program pemerintah tidak tersebar ke terlalu banyak bidang. Ia menilai, pembangunan yang efektif harus memilih skala prioritas yang jelas dan dilaksanakan secara tuntas. “Tidak mungkin membangun semuanya sekaligus. Lebih baik sedikit tapi selesai, daripada banyak tapi dangkal,” kata mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu. Dalam pandangannya, […]

expand_less