Indonesia Kian Berpotensi Jadi Negara Maju

Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/8/2023). (dok. indonesia.go.id)

EKSPOS SULBAR – Perekonomian dunia kini menuju pemulihan, setelah sebelumnya mengalami pelemahan akibat badai wabah Covid-19 yang menghantam hampir sebagian besar negara dunia.

Kendati juga terdampak, Indonesia beruntung karena mampu melanjutkan akselerasi di zona ekspansi, termasuk di paruh kedua 2023.

Salah satu indikator itu terlihat dari capaian Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis oleh S&P Global pada Juli atau di awal kuartal ketiga 2023.

PMI Manufaktur Indonesia tercatat di level 53,3, naik signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang menyentuh level 52,5.

BACA JUGA:  Arsal Aras: Jalin Komunikasi dengan Pemda dan Koni

Di sisi lain, PMI Manufaktur di banyak negara, seperti AS, Kanada, Brazil, Eropa, Jerman, Prancis, Inggris, Jepang, Korsel, Tiongkok, Malaysia, Vietnam, Afrika Selatan, dan Turki mengalami kontraksi. PMI Manufaktur Indonesia pada periode Juli itu bahkan menjadi yang tertinggi sejak September 2022.

PMI Manufaktur Indonesia yang tetap ekspansif selama 10 tahun terakhir tak terlepas dari daya saing industri manufaktur negara ini yang cukup kompetitif di pasar global.

BACA JUGA:  Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Mamuju Jelang Idul Adha Tembus 448 Orang

Merujuk data International Institute for Management Development (IMD), Indonesia memiliki skor daya saing sebesar 70,75 poin pada 2023.

Skor tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-34 dari 64 negara yang dinilai IMD. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, peringkat daya saing Indonesia naik 10 poin, dan sekaligus menjadi yang tertinggi secara global

Kenaikan skor daya saing tidak hanya didukung oleh PMI manufaktur Indonesia, banyak variabel lain juga mendukung peringkat daya saing, seperti institusi, infrastruktur, lingkungan makroekonomi, kesehatan, pendidikan, efisiensi pasar barang, efisiensi pasar tenaga kerja, perkembangan pasar uang, kesiapan teknologi, dan sebagainya.

BACA JUGA:  BNPT - FKPT Sulbar Gelar Smart Bangsaku Bersatu Indonesiaku

Ketika menyampaikan pidato kenegaraan di Kompleks Parlemen di Jakarta, Rabu (16/8/2023), Presiden Joko Widodo pun menjelaskan soal kenaikan daya saing Indonesia di kancah global tersebut. “Kenaikan daya saing itu menempatkan Indonesia sebagai negara dengan lompatan daya saing tertinggi di dunia,” kata Jokowi.