Kepala Bapperida Sulbar Sebut Perlunya Investasi Bidang Kesehatan dalam Mengembangkan Perekonomian Suatu Daerah
- account_circle Ekspos Sulbar
- calendar_month Rab, 18 Jun 2025
- comment 0 komentar

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana.
Selain itu, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulbar ini juga mengungkap angka kenaikan prevalensi stunting yang signifikan pada tahun 2024, menjadi 35,4 persen dan provinsi ketiga tertinggi di Indonesia saat ini.
Sementara berdasarkan Data Sistem Aplikasi Online Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM), persentase penimbangan balita sangatlah rendah di posyandu.
“Rata- rata balita yang diukur atau ditimbang setiap bulan hanya 65,69 persen. Artinya dari 100 balita, hanya 65 anak yang datang ke posyandu”, ungkap Junda.
Hal ini membuktikan bahwa data E-PPGBM tidak mewakili keseluruhan sasaran yang seharusnya diukur.
Oleh karena itu, Junda menyebut ada 9 (sembilan) tantangan yang dihadapi oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
1. Komitmen politik pemimpin penting, tapi perlunya dibarengi program riil di lapangan.
2. Penajaman dan peningkatan cakupan program perlu dilakukan.
3. Perlu peningkatan kapasitas dan pendampingan.
4. Keterlibatan multi stakeholder perlu dikoordinasikan.
5. Penguatan perencanaan dan penganggaran berbasis data.
6. Pemantauan dan evaluasi terintegrasi sebagai konsep yang ideal.
7. Perubahan perilaku yang tidak mudah dan perlu waktu.
8. Konvergensi mudah diucapkan, namun sulit diwujudkan.
9. Keterlibatan lembaga non pemerintah yang memerlukan acuan pelaksanaan program.
(Rls)
- Penulis: Ekspos Sulbar
