Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulbar Suhardi Duka menekankan pentingnya penguatan literasi lokal sebagai bagian dari pembangunan karakter dan jati diri daerah.
“Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan indeks literasi dan indeks yang masih rendah kegemaran membaca memberi teladan bagi generasi muda bahwa semangat, kerja keras, dan keberanian mengambil peran adalah fondasi membangun Sulbar ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DPKD Sulbar, Khaeruddin Anas, menyampaikan bahwa buku ini memuat banyak pesan-pesan yang menginspirasi.
“Kalau kau jatuh, cepat-cepatlah bangkit. Jangan tunggu orang kasih berdiri. Dan seperti beliau (Suhardi Duka) juga menekankan bahwa politik bukan ruang gelap. Ini menunjukkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan harapan besar dalam memimpin,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa buku ini telah dikirimkan ke Perpustakaan Nasional RI untuk dijadikan koleksi nasional.
“Kami menganggap buku ini sangat inspiratif dan layak dibaca bukan hanya di Sulbar, tetapi juga di provinsi lain. Harapannya, buku ini bisa menjadi motivasi bagi siapa pun yang ingin meraih kesuksesan seperti beliau,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, DPKD Sulbar terus meneguhkan perannya sebagai pusat literasi yang aktif mendukung agenda besar Pemprov Sulbar dalam membentuk generasi yang berkualitas, berpikir kritis, dan berkarakter kuat. (Rls)