Opini  

Waspada Konten Digital untuk Anak, Bahaya Tersembunyi di Balik Layar

Ilustrasi anak sedang menonton dengan menggunakan perangkat digital.--dok Gemini Generated Image--

Iklan Terselubung dan Eksploitasi Anak

Banyak aplikasi dan gim yang ditujukan untuk anak justru dipenuhi iklan yang bersifat manipulatif. Anak-anak belum mampu membedakan antara konten dan iklan, sehingga mereka lebih mudah terpengaruh untuk membeli sesuatu atau bahkan klik tautan berbahaya.

Lebih parah lagi, ada konten yang secara terang-terangan mengeksploitasi anak demi monetisasi. Sejumlah kanal YouTube anak diketahui menayangkan aktivitas harian yang didramatisasi demi keuntungan, tanpa memperhatikan hak dan perlindungan psikologis anak tersebut.

BACA JUGA:  Lebih dari Sekadar Adu Cepat Perahu Sandeq

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua dan Masyarakat?

Pertama: Dampingi anak saat menggunakan perangkat digital. Jangan biarkan mereka menjelajah internet sendirian, meski hanya menonton kartun. Kedua: Gunakan platform dan aplikasi yang memiliki kontrol orang tua (parental control). Ketiga: Ajarkan literasi digital sejak dini. Anak-anak perlu tahu bahwa tidak semua yang ada di internet bisa dipercaya atau ditiru. Keempat: Batasi waktu layar sesuai usia anak, dan prioritaskan aktivitas fisik serta interaksi sosial di dunia nyata. Kelima: Laporkan konten berbahaya yang ditemukan di platform digital. Masyarakat juga punya peran penting untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat.

BACA JUGA:  Rindu Menyala di Bulan Kemerdekaan RI: Refleksi Budaya, Persatuan Bangsa, dan yang Lahir di Bulan Agustus

Penutup: Teknologi Harus Diiringi Kesadaran

Teknologi memang tak bisa dihindari, ia adalah bagian dari kehidupan modern. Namun, ketika menyangkut anak-anak, kita harus jauh lebih waspada. Mereka adalah generasi masa depan yang masih rapuh dan mudah dibentuk. Jangan biarkan mereka dibesarkan oleh algoritma tanpa kendali. Sudah saatnya kita lebih aktif, lebih peduli, dan lebih cerdas dalam mengawal anak-anak kita di dunia digital.

BACA JUGA:  Lebih dari Sekadar Adu Cepat Perahu Sandeq
OLEH: Chalid M.