AKP Najamuddin, selaku pimpinan operasi, menegaskan bahwa edukasi keselamatan berlalu lintas menjadi salah satu prioritas.
“Kami ingin membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya keselamatan di jalan. Tujuan kami bukan sekadar menilang, tapi mendorong perubahan perilaku berkendara,” ujarnya.
Menariknya, meskipun ada yang dikenakan sanksi, sejumlah pengendara justru mengapresiasi cara kerja petugas. Mereka merasa dihormati dan memahami alasan diberhentikan.
Pendekatan persuasif dan ramah ini menunjukkan bahwa penegakan hukum bisa tetap tegas tanpa harus bersikap represif. Kepercayaan publik pun tumbuh seiring hadirnya pelayanan kepolisian yang lebih humanis dan mendidik. (hps/*)